Berita Terkini
BAZNAS Jabar Luncurkan Program Jejak Baru, Layanan Hapus Tato Gratis untuk Buka Peluang Hidup dan Kerja yang Lebih Baik
Kab. Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan inovasi program pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program "Jejak Baru", sebuah layanan hapus tato gratis bagi masyarakat yang ingin memulai lembaran kehidupan baru. Program yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur di Kabupaten Bandung. Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya menyentuh aspek sosial dan spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para penerima manfaat.
Program "Jejak Baru" lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat yang mengalami hambatan dalam memperoleh pekerjaan maupun membangun kembali kepercayaan diri akibat keberadaan tato di tubuh mereka. Melalui layanan ini, BAZNAS Jawa Barat ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat yang memiliki tekad untuk berhijrah dan memperbaiki kualitas hidupnya. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, menunjukkan bahwa program tersebut menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menjelaskan bahwa Program "Jejak Baru" bukan sekadar layanan kesehatan estetika, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendampingan yang utuh bagi masyarakat agar mampu kembali berdaya. Menurutnya, zakat memiliki fungsi yang luas dalam mendorong transformasi kehidupan mustahik, termasuk membantu mereka memperoleh kesempatan kerja dan kehidupan yang lebih baik.
"Program Jejak Baru merupakan jembatan bagi saudara-saudara kita yang ingin membuka lembaran kehidupan baru. Kami ingin menghadirkan layanan yang bukan hanya menghapus tato secara fisik, tetapi juga mengembalikan harapan, membangun kepercayaan diri, dan membuka akses terhadap peluang kerja yang selama ini mungkin tertutup. Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan perubahan kehidupan masyarakat," ujar Zaki Hilmi.
Salah seorang peserta, Devi, warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia menceritakan bahwa selama bertahun-tahun tato yang dimilikinya menjadi salah satu faktor yang menghambat dirinya memperoleh pekerjaan. Kesempatan mengikuti Program "Jejak Baru" memberikan harapan baru untuk menata kembali masa depan yang lebih baik.
"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan semua pihak yang telah menyelenggarakan program ini. Selama ini saya sering merasa minder ketika melamar pekerjaan karena tato yang saya miliki. Alhamdulillah, sekarang saya punya semangat baru untuk mencoba kembali mencari pekerjaan dengan lebih percaya diri. Semoga semakin banyak orang yang bisa merasakan manfaat dari program seperti ini," ungkap Devi.
Dalam pelaksanaannya, proses penghapusan tato dilakukan menggunakan teknologi laser medis yang ditangani oleh tenaga kesehatan profesional sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien. Seluruh tahapan tindakan diawali dengan proses konsultasi, pemeriksaan kondisi kulit, hingga pendampingan pascatindakan guna memastikan setiap peserta memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur medis.
Melalui kolaborasi bersama Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, BAZNAS Provinsi Jawa Barat berharap Program "Jejak Baru" dapat menjadi salah satu model pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membantu seseorang meninggalkan masa lalunya, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan kesempatan baru dalam memperoleh pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat semangat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif. Ke depan, BAZNAS Jawa Barat akan terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai wujud komitmen menghadirkan zakat yang memberikan manfaat luas, berkelanjutan, dan berdampak bagi kemaslahatan umat.
02/07/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Hadirkan Khitan Ceria, Wujud Kolaborasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Anak Indonesia
BANDUNG – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat kembali diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui penyelenggaraan Khitan Ceria dengan mengusung tema "Karena Setiap Anak adalah Istimewa, dan Setiap Anak Berhak Merasakan Kebahagiaan" pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Khitan Dokter Seno, Kota Bandung ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Jawa Barat bersama Klinik Khitan Dokter Seno, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bank BJB, serta didukung oleh berbagai sponsor, mitra kemanusiaan, dan para muzaki sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di Jawa Barat.
Program khitan massal ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sebagai bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang kesehatan. Selain mendapatkan layanan khitan yang aman dan profesional, seluruh peserta juga menerima paket santunan, perlengkapan pendukung, serta bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti prosesi khitan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jawa Barat berharap momentum khitan menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat, H. Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si. mewakili Gubernur Jawa Barat, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Jajang Apipudin, M.Ag., Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Drs. H. Jamjam Erawan, M.AP., Ketua BAZNAS Kota Bandung, Drs. H. Momon Ahmad Imron, serta Direktur Klinik Pratama Seno Medika, Hj. Isti Seni Utami, S.E., M.Si. Turut hadir pula para sponsor dan mitra kolaborasi yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini, yaitu Yayasan Itqan Peduli, Syaamil Adicita Andalan, Relawan Nusantara, PT Gineka Karya Teknologi, Bank BJB, PT Ethica Megah Madani, PT Thobach Indonesia, Majelis Taklim Perempuan IPHI Jawa Barat, Max Kreasi Indonesia, Yayasan Insani Harapan Utama, Ina Cookies, serta AMDK TGM.
Dalam sambutannya, H. Andrie Kustria Wardana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membangun sinergi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga sosial, dan para donatur merupakan contoh nyata semangat gotong royong yang harus terus diperkuat. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi ikhtiar BAZNAS Jawa Barat bersama seluruh mitra yang telah menghadirkan program khitan massal ini. Program seperti ini bukan hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak. Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Barat," ujarnya.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, Dr. H. Ijang Faisal, mengatakan bahwa program Khitan Ceria merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan para muzaki menjadi kekuatan utama bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan layanan sosial yang berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. "Khitan Ceria bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga wujud hadirnya zakat dalam memberikan kebahagiaan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh muzaki, sponsor, serta para mitra yang telah bergandengan tangan bersama BAZNAS Jawa Barat. Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal saleh yang terus mengalir manfaatnya dan semakin memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat," ungkapnya.
Selaku tuan rumah kegiatan, Hj. Isti Seni Utami, Direktur Klinik Pratama Seno Medika, menyampaikan kebanggaannya dapat kembali berkolaborasi bersama BAZNAS Jawa Barat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh tenaga medis berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, nyaman, dan ramah anak sehingga proses khitan dapat berlangsung dengan aman dan menyenangkan. "Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Harapan kami, anak-anak yang mengikuti khitan hari ini memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi awal tumbuhnya generasi yang sehat, percaya diri, dan bahagia," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang orang tua peserta khitan, Eti Nurhayati, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya program tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan layanan khitan dengan fasilitas yang baik tanpa harus terbebani biaya. "Alhamdulillah saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat, Klinik Dokter Seno, para sponsor, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pelayanannya sangat baik, anak saya merasa nyaman selama proses khitan, dan kami juga mendapatkan perhatian yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya," tuturnya.
Melalui Khitan Ceria, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program-program pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, lembaga sosial, tenaga kesehatan, para sponsor, serta para muzaki menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di Jawa Barat.
30/06/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS JABAR SALURKAN PROGRAM BERBAGI DAGING SAMPAI PELOSOK UNTUK 50 WARGA DI BANDUNG BARAT
Bandung Barat – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui Program Berbagi Daging Sampai Pelosok yang dilaksanakan di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (12/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa 2 ekor domba yang didistribusikan kepada 50 penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Jabar dalam menghadirkan kebahagiaan dan memperluas jangkauan manfaat kepada masyarakat hingga wilayah pelosok.
Penyaluran bantuan dihadiri langsung oleh Pimpinan Bidang SDM, Administrasi, Umum dan Humas BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Bapak Nana Sudiana.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya Kepala Desa Tanjungwangi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Dusun, serta Ketua RW 05.
Bapak Nana Sudiana menyampaikan bahwa Program Berbagi Daging Sampai Pelosok merupakan upaya BAZNAS Provinsi Jawa Barat untuk memastikan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzakki dan donatur dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan.
"BAZNAS Jabar terus berupaya menghadirkan manfaat yang nyata dan menjangkau masyarakat hingga pelosok. Program ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan yang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat," ujarnya.
Masyarakat Desa Tanjungwangi menyambut program tersebut dengan penuh antusias dan rasa syukur. Kehadiran Program Berbagi Daging Sampai Pelosok diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS, para donatur, dan penerima manfaat.
Melalui berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan, BAZNAS Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki, munfik, dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
12/06/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
Artikel Terbaru
Nama Paman Nabi Muhammad : Abu Thalib dan Perannya dalam Dakwah
Kalau kita ngomongin sejarah awal dakwah Nabi Muhammad SAW, nama Abu Thalib nggak bisa dilewatkan. Beliau adalah paman Nabi yang punya peran besar banget dalam menjaga, melindungi, dan mendukung perjuangan Rasulullah—meski dirinya sendiri tidak pernah secara resmi memeluk Islam.
Buat Nabi Muhammad, Abu Thalib bukan cuma paman, tapi juga figur ayah kedua. Setelah kakeknya, Abdul Muthalib, wafat, Abu Thaliblah yang merawat Nabi sejak kecil dengan penuh kasih sayang. Bayangin aja, beliau memperlakukan Nabi seolah anak kandung sendiri—selalu ada, selalu siap jadi pelindung.
Abu Thalib, Tameng Dakwah Nabi
Ketika Nabi mulai berdakwah menyampaikan Islam, situasi waktu itu super sulit. Quraisy yang masih teguh pada tradisi paganisme merasa terusik dan mulai melawan. Tapi Abu Thalib, sebagai kepala Bani Hasyim, berdiri tegak di belakang keponakannya.
Bahkan, para pemimpin Quraisy sempat datang ke Abu Thalib bawa tawaran “menggiurkan”: kekayaan, jabatan, bahkan kekuasaan—asal Nabi berhenti berdakwah. Tapi Abu Thalib menolak mentah-mentah. Baginya, melindungi Nabi jauh lebih berharga daripada semua yang ditawarkan.
Salah satu momen paling berat adalah ketika Quraisy memboikot keluarga besar Nabi selama tiga tahun. Hidup dalam tekanan, susah makan, serba kekurangan. Tapi Abu Thalib tetap setia mendampingi Nabi, nggak pernah sekalipun meninggalkannya sendirian menghadapi badai.
Pengorbanan Abu Thalib Hingga Akhir Hayat
Abu Thalib terus menjaga Nabi sampai akhir hidupnya. Meski begitu, ia tetap bertahan pada keyakinan lamanya dan tidak memeluk Islam. Buat Nabi, ini tentu berat banget. Beliau sangat berharap pamannya bisa menerima Islam, tapi Allah menakdirkan lain.
Wafatnya Abu Thalib pada tahun ke-10 kenabian jadi pukulan telak bagi Nabi Muhammad. Tahun itu bahkan disebut sebagai ‘Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan, karena di tahun yang sama, Nabi juga kehilangan istri tercinta, Khadijah. Hilangnya Abu Thalib membuat posisi Nabi semakin rentan di tengah tekanan Quraisy.
Warisan Abu Thalib untuk Sejarah Islam
Meski nggak masuk Islam, jasa Abu Thalib dalam mendukung dakwah Nabi tetap tercatat besar dalam sejarah. Bisa jadi, tanpa perlindungan dan pengaruhnya, dakwah Islam di Mekah nggak akan bisa bertahan sekuat itu.
Dari kisah Abu Thalib, kita bisa belajar bahwa dukungan terhadap kebenaran nggak selalu harus datang dari keyakinan yang sama. Kadang, kasih sayang, loyalitas, dan ikatan keluarga bisa jadi tameng terkuat dalam perjuangan.
Abu Thalib mengajarkan bahwa pemimpin atau pelindung sejati adalah mereka yang berani berdiri di sisi kebenaran, meski harus menghadapi risiko besar.
17/09/2025 | HUMAS BAZNAS JABAR
Doa Nabi Muhammad : Kumpulan Doa-Doa Mustajab yang bisa Diamalkan
Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang paling mendasar dalam Islam, dan Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya berbagai macam doa yang memiliki keutamaan besar. Doa menjadi cara efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta untuk memohon kebaikan, perlindungan, dan ampunan. Berikut adalah beberapa doa mustajab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Doa Nabi Muhammad untuk Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah doa yang mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat. Doa ini melambangkan keseimbangan hidup yang diajarkan dalam Islam, yakni tidak hanya mengejar kebahagiaan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.
"Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qina 'adzaabannaar."
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).
Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat, sebagai bentuk permohonan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Doa Nabi Muhammad Ketika Menghadapi Kesulitan
Dalam kehidupan, setiap manusia pasti akan menghadapi kesulitan dan tantangan. Untuk menghadapi situasi sulit tersebut, Nabi Muhammad SAW mengajarkan sebuah doa yang bertujuan untuk memohon kekuatan dan perlindungan dari Allah SWT. Doa ini membantu seseorang mendapatkan ketenangan dan kestabilan hati saat didera kesulitan.
"Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhli, wa ghalabatid-dayn wa qahrir rijaal."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tekanan ketakutan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan keserakahan, serta utang dan penindasan manusia." (HR. Abu Dawud).
Membaca doa ini dapat menenangkan jiwa dan memberikan kekuatan batin dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Doa Nabi Muhammad untuk Kesembuhan dari Penyakit
Ketika sakit, selain melakukan usaha medis, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT melalui doa. Salah satu doa yang sering dibaca untuk kesembuhan adalah:
"Allahumma rabban nas, adzhibil ba'sa, isyfi anta asy-syafi, laa syifa'a illa syifa'uka, syifa'an laa yughadiru saqaman."
Artinya: "Ya Allah, Tuhan seluruh umat manusia, tolong hilangkan penyakit ini. Sembuhkanlah, karena kamu adalah penyembuh yang hebat. Tidak ada kesembuhan tanpamu, tidak ada kesembuhan tanpa meninggalkanmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa ini sangat baik dibaca ketika kita atau orang terdekat sedang sakit, sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon kesembuhan dari Allah.
Doa Nabi Muhammad Ketika Menghadapi Bahaya
Selain menghadapi kesulitan, Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bahaya. Doa ini memberikan perlindungan dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi, baik di bumi maupun di langit:
"Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wala fissamaa’i wa huwas sami’ul ‘alim."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang bersama dengan nama-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat merugikan kita di bumi dan di surga, Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Doa ini bisa dibaca pada pagi dan sore hari sebagai bentuk perlindungan diri dari mara bahaya.
Doa Nabi Muhammad untuk Memohon Ampunan
Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu doa istighfar yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad adalah Sayyidul Istighfar. Doa ini memiliki kedudukan yang istimewa karena diyakini sebagai bentuk permohonan ampunan yang paling sempurna:
"Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min sharri ma sana'tu, abu’u laka bini’matika 'alayya, wa abu’u bi dhanbi faghfirli, fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta."
Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan. Ampunilah aku, sesungguhnya hanya Engkau yang bisa mengampuni dosa-dosa." (HR. Bukhari).
Membaca doa ini setiap hari sangat dianjurkan sebagai bentuk pengakuan atas dosa dan memohon ampunan dari Allah SWT.
17/09/2025 | HUMAS BAZNAS JABAR
Amal jariyah artinya dan contoh amalan yang tidak terputus
Amal jariyah berasal dari kata ‘amal yang artinya perbuatan, dan jariyah yang berarti mengalir. Jadi, amal jariyah adalah perbuatan baik yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah meninggal dunia. Dalam Islam, amal jariyah termasuk dalam jenis amal yang tidak akan terputus meskipun usia seseorang sudah berhenti di dunia.
Rasulullah bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa ada amalan tertentu yang pahalanya akan terus mengalir meski sudah meninggal dunia, selama amalan tersebut masih bermanfaat bagi orang lain.
Perbedaan Amal Jariyah dengan Amal Biasa dan contohnya
Tidak semua amalan yang dilakukan seseorang bisa disebut sebagai amal jariyah. Seperti yang sudah dibahas, Amal jariyah artinya adalah amalan yang manfaatnya masih terus dirasakan oleh orang lain. Sebagai contoh:
Sholat dan puasa adalah ibadah yang berpahala, tetapi pahalanya berhenti saat seseorang meninggal sementara Membangun masjid atau sumur adalah amal jariyah karena selama maasjid dan sumur tersebut masih digunakan, pahalanya tetap mengalir.
Mengapa Amal Jariyah Sangat Dianjurkan?
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melakukan kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Amal jariyah artinya adalah investasi akhirat yang tidak pernah merugi, karena seseorang tetap mendapatkan pahala meskipun sudah tidak bisa beramal lagi di dunia.
Banyak orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta di dunia, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk akhirat. Amal jariyah artinya adalah cara terbaik untuk berinvestasi di akhirat. Dengan melakukan amal jariyah, seseorang bisa terus mendapatkan pahala meskipun ia telah wafat.
Contoh Amalan yang Tidak Terputus
A. Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah adalah salah satu bentuk utama dari amal jariyah artinya sedekah yang terus memberikan manfaat bagi orang lain dalam jangka panjang. Beberapa contoh sedekah jariyah antara lain:
Membangun masjid
Membantu pembangunan pesantren
Menyediakan Al-Qur’an di masjid atau sekolah
Membangun sumur untuk masyarakat yang membutuhkan
Selama sedekah tersebut masih bermanfaat bagi orang lain, pahalanya akan terus mengalir kepada pemberinya.
B. Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang diajarkan kepada orang lain dan terus digunakan juga termasuk dalam kategori amal jariyah artinya. Beberapa contoh ilmu yang bermanfaat antara lain:
Mengajarkan ilmu agama kepada murid
Menulis buku yang bermanfaat
Membuat konten dakwah atau edukasi di media sosial
Mengajarkan keterampilan yang bisa membantu kehidupan orang lain
Jika ilmu tersebut digunakan dan diajarkan kembali kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir.
C. Anak Saleh yang Mendoakan Orang Tuanya
Mendidik anak agar dia menjadi pribadi yang baik serta taat Kepada Allah adalah investasi amal jariyah. Seperti yang disebutkan dalam hadist sebelumnya, salah satu amal jariyah artinya adalah memiliki anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Jika sesorang anak di didik dengan baik, Insya Allah dia akan selalu berdoa untuk orang tuanya, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal kebaikan lainnya yang dicontohkan orang tuanya sehingga hal tersebut akan menjadi sumber pahala yang tidak terputus bagi kedua orang tuanya.
D. Membangun Fasilitas Umum
Membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan banyak orang juga termasuk dalam amal jariyah artinya amalan yang pahalanya terus mengalir. Beberapa contoh fasilitas umum yang bisa menjadi amal jariyah antara lain:
Membangun sekolah atau perpustakaan
Membangun rumah sakit atau klinik gratis
Menyediakan jalan atau jembatan untuk masyarakat
Selama fasilitas tersebut masih digunakan, pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang berkontribusi dalam pembangunannya.
E. Wakaf untuk Kepentingan Umat
Wakaf adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amal jariyah artinya salah satunya adalah dengan memberikan wakaf berupa tanah, bangunan, atau aset lainnya yang bisa digunakan untuk kepentingan umat.
Misalnya, seseorang mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah, atau rumah sakit. Selama tanah tersebut digunakan untuk kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir kepada pemberi wakaf.
Dengan memahami amal jariyah artinya, kita bisa lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal pahala yang terus mengalir di akhirat. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa berlomba-lomba dalam melakukan amal jariyah.
17/09/2025 | HUMAS BAZNAS JABAR
