WhatsApp Icon
BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Kebakaran kepada Enah Marlinah di Cilengkrang

KAB. BANDUNG — BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan menyalurkan bantuan kebakaran kepada Enah Marlinah, warga Kampung Pasir Tengah RT 005/RW 004, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Senin (14/9/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Jabar kepada masyarakat yang terdampak musibah sekaligus upaya meringankan beban penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pascakejadian.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara langsung dengan melibatkan unsur pemerintah desa setempat. Kehadiran BAZNAS Jabar di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam memastikan dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang menghadapi kondisi darurat akibat musibah kebakaran.

Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Dra. Hj. Ruri Badariyah Ramadanti, M.T., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan amanah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Ibu Enah dan keluarga setelah mengalami musibah kebakaran. BAZNAS Jawa Barat berupaya agar amanah dari para muzaki dapat hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi sulit seperti ini,” ujar Ruri.

Ruri menambahkan, penanganan masyarakat yang terdampak musibah membutuhkan kepedulian dan sinergi berbagai pihak. Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berorientasi pada penghimpunan zakat, tetapi juga memastikan dana yang dikelola dapat kembali memberikan manfaat sosial melalui program pendistribusian dan pendayagunaan. “Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk menghadirkan kemaslahatan. Semoga bantuan ini dapat menjadi penguat bagi keluarga untuk kembali menata kehidupan setelah musibah yang terjadi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatiendah, Hj. Endang Sri Wiedyastutie, S.E., mengapresiasi perhatian BAZNAS Jawa Barat terhadap warganya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada warga kami yang mengalami musibah kebakaran. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat, karena selain membantu meringankan beban, juga menunjukkan adanya kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi musibah,” ungkap Endang.

Bagi Enah Marlinah, bantuan yang diterimanya menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan Pemerintah Desa Jatiendah yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada saya. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dari BAZNAS dan para muzaki dibalas oleh Allah SWT,” tutur Enah.

Penyaluran bantuan kepada Enah Marlinah menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Jawa Barat dalam memperkuat kehadiran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial dan kemanusiaan. Melalui dukungan para muzaki dan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat di tingkat daerah, BAZNAS Jabar terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan akibat musibah dan kondisi darurat.

14/09/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Kadedeuh untuk Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi

Bekasi (12/9) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak musibah dengan menyalurkan bantuan kadedeuh bagi korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi. Bantuan tersebut disalurkan kepada seluruh kelompok korban, baik keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka berat dan luka ringan. Bantuan kadedeuh yang diberikan mencapai Rp300 juta yang berasal dari Zakat ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak musibah.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen BAZNAS Jawa Barat untuk memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali memberikan manfaat secara langsung kepada mereka yang membutuhkan, terutama dalam situasi kedaruratan dan musibah. Bantuan kadedeuh diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi yang timbul setelah peristiwa tersebut.

Kebakaran SPBE Cimuning terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026 yang lalu, di kawasan Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Peristiwa yang disertai ledakan tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran gas, sementara penyebab pastinya masih ditangani melalui proses penyelidikan oleh pihak berwenang. 

Dahsyatnya kebakaran tidak hanya berdampak pada fasilitas SPBE, tetapi juga merembet ke kawasan permukiman di sekitarnya. Sejumlah rumah dan bangunan warga mengalami kerusakan, sementara puluhan orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Data yang berkembang setelah kejadian juga menunjukkan adanya korban luka bakar yang harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Pada perkembangan berikutnya, jumlah korban tercatat mencapai 22 orang, terdiri atas korban meninggal dunia dan korban luka.

Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran BAZNAS Jawa Barat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. “Bantuan kadedeuh ini merupakan ikhtiar BAZNAS Jawa Barat untuk meringankan beban keluarga korban, baik yang kehilangan anggota keluarganya maupun mereka yang masih menjalani proses pemulihan akibat luka. Kami ingin memastikan bahwa amanah zakat yang dititipkan masyarakat dapat hadir dan dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan, terutama dalam kondisi seperti ini,” ujar Zaki.

Menurut Zaki, penyaluran bantuan tidak berhenti pada kelompok korban yang meninggal dunia, tetapi juga diberikan kepada korban yang mengalami luka berat maupun luka ringan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jawa Barat untuk memberikan perhatian secara menyeluruh kepada masyarakat terdampak. “Musibah ini memberikan dampak yang tidak sederhana bagi keluarga korban. Karena itu, BAZNAS berupaya memberikan dukungan secara proporsional sesuai dengan kondisi dan kebutuhan korban, sebagai wujud kepedulian sekaligus solidaritas sosial dari para muzaki dan masyarakat Jawa Barat,” tambahnya.

Salah seorang penerima bantuan, Bu Isni, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Ia dan keluarganya turut mengalami dampak yang sangat berat dalam musibah tersebut. Bu Isni harus kehilangan suami serta dua orang anaknya. Dengan penuh haru, ia menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan menjadi penguat bagi dirinya untuk menghadapi masa-masa sulit pascaperistiwa tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada keluarga kami. Musibah ini sangat berat bagi saya, karena suami dan dua anak saya telah meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Bantuan ini tentu tidak akan menggantikan kehilangan yang kami alami, tetapi sangat berarti untuk membantu saya melewati masa sulit ini. Semoga kebaikan dan kepedulian BAZNAS serta para muzaki dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya.

Dengan tersalurkannya bantuan kadedeuh tersebut, BAZNAS Jawa Barat berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi penguat bagi keluarga korban dalam melewati masa sulit sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pascamusibah. BAZNAS Jawa Barat juga menyampaikan doa agar para korban yang masih dalam proses pemulihan diberikan kesehatan dan kekuatan, sementara keluarga yang kehilangan anggota keluarga diberikan ketabahan.

Penyaluran bantuan bagi korban kebakaran SPBE Cimuning ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS Jawa Barat untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, responsif dan berorientasi pada kemaslahatan. Melalui zakat yang ditunaikan para muzaki, BAZNAS Jawa Barat berupaya menghadirkan manfaat tidak hanya melalui program pemberdayaan, tetapi juga melalui respons kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi musibah dan kondisi darurat.

14/09/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Perkuat Sinergi Kabupaten/Kota, Dorong Optimalisasi Potensi Zakat Jawa Barat

BANDUNG BARAT — Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat mengikuti Pertemuan Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Sains & Teknologi Darul Hikam, Jalan Dago Giri Lembang Kabupaten Bandung Barat, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Jawa Barat.

Posisi Strategis BAZNAS di Setiap Daerah Jawa Barat

Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharudin, M.M.Pd., dalam sambutan sekaligus laporannya sebagai tuan rumah menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki posisi strategis dalam memastikan pengelolaan zakat dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan BAZNAS di Jawa Barat tidak hanya terletak pada masing-masing lembaga, tetapi juga pada kemampuan membangun orkestrasi dan kolaborasi antarlembaga. “Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan antarpimpinan, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta membangun langkah bersama agar potensi zakat di Jawa Barat dapat dikelola semakin optimal dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat,” ungkap Anang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Barat, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, yang memberikan materi mengenai target dan optimalisasi penghimpunan zakat tahun 2026–2027. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi BAZNAS di setiap daerah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional. “BAZNAS di daerah harus menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi kunci agar potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara lebih efektif,” ujar Sodik.

Potensi Zakat Rp30 Triliun dan Manfaatnya bagi Kesejahteraan Umat

Jawa Barat memiliki potensi zakat yang besar, yang dalam pembahasan kegiatan disebut mencapai sekitar Rp30 triliun. Namun, potensi tersebut hingga kini belum seluruhnya dapat dihimpun secara maksimal. Karena itu, optimalisasi penghimpunan menjadi salah satu agenda penting yang perlu dilakukan secara bersama-sama, baik melalui penguatan literasi zakat, peningkatan kepercayaan publik, pengembangan layanan digital, maupun perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak. Anang menilai, potensi tersebut harus dipandang bukan semata-mata sebagai angka penghimpunan, melainkan sebagai peluang besar untuk menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas. “Kalau potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara optimal, maka dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat Jawa Barat. Zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka peluang agar mustahik dapat tumbuh menjadi lebih mandiri,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa optimalisasi zakat membutuhkan konsolidasi dan inovasi seluruh jajaran BAZNAS. Menurutnya, peningkatan penghimpunan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan kualitas pendistribusian serta pendayagunaan. “Zakat harus dikelola dengan prinsip amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Ketika masyarakat melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar memberikan manfaat, kepercayaan kepada lembaga zakat akan semakin tumbuh,” tuturnya.

Lebih jauh, Anang menegaskan bahwa pengelolaan ZIS yang optimal memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan umat dan masyarakat Jawa Barat. Dana zakat dapat diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat. “Orientasi kita bukan hanya menghimpun sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap dana yang dipercayakan oleh muzaki memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota, insyaallah zakat dapat menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” ujar Anang.

Pertemuan yang dihadiri seluruh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat serta Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tersebut ditutup dengan semangat memperkuat koordinasi dan kolaborasi pengelolaan ZIS. Melalui forum silaturahmi ini, BAZNAS Jawa Barat dan seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota diharapkan semakin solid dalam mengoptimalkan potensi zakat, memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan, serta membangun kepercayaan masyarakat sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat di Jawa Barat.

11/09/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Gandeng Ponpes Attamur Buka Jalan Baru bagi Pencari Kerja Lewat Layanan Hapus Tato Gratis

Kab. Bandung (9/9) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan layanan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program hapus tato gratis. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur dan dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026). Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Jabar membantu masyarakat yang ingin memperbaiki kondisi kehidupannya dan menghadapi kendala dalam memperoleh pekerjaan.

Layanan tersebut mendapat respons positif dari puluhan masyarakat usia produktif yang secara sukarela mengikuti program. Bagi sebagian peserta, tato tidak hanya berkaitan dengan persoalan penampilan, tetapi juga menjadi salah satu hambatan ketika mereka memasuki dunia kerja. Sejumlah perusahaan maupun instansi memiliki ketentuan tertentu terkait penampilan calon pekerja, sehingga keberadaan tato dapat mempersempit kesempatan mereka untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Jabar terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk kembali produktif. Menurutnya, persoalan tato dalam konteks program ini dilihat dari dampaknya terhadap akses masyarakat terhadap kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. “Program ini merupakan upaya membantu masyarakat Jawa Barat yang terkendala masuk dunia kerja karena memiliki tato. Kami ingin dana umat yang dikelola BAZNAS dapat menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Zaki.

Zaki menjelaskan, para peserta pada dasarnya memiliki potensi dan kemampuan untuk bekerja, namun menghadapi hambatan tertentu akibat kebijakan atau persyaratan penampilan di sejumlah tempat kerja. Karena itu, BAZNAS Jabar memanfaatkan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat Jawa Barat untuk mendukung upaya peserta membuka kembali peluang ekonomi. “Dana yang digunakan dalam program ini berasal dari zakat masyarakat Jawa Barat. Amanah tersebut kami salurkan dalam bentuk layanan yang diharapkan dapat membantu penerima manfaat memperbaiki kualitas hidup sekaligus meningkatkan kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan,” katanya.


Program hapus tato gratis ini telah memasuki tahap ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan pada Juli dan Agustus 2026. Pelaksanaan pada September menjadi bagian akhir dari rangkaian program yang telah berjalan selama beberapa bulan. Dalam prosesnya, peserta mendapatkan penanganan secara bertahap karena penghapusan tato tidak dapat dilakukan secara instan. Tingkat ketebalan tato, ukuran, serta jenis tinta yang digunakan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi proses dan jumlah tindakan yang diperlukan.

“Penghapusan tato tidak bisa selesai hanya dengan satu kali tindakan. Kondisinya berbeda-beda, tergantung jenis dan karakteristik tato. Bahkan ada peserta yang saat ini sudah menjalani penanganan untuk ketiga atau keempat kalinya,” jelas Zaki. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti proses penanganan sesuai prosedur dan arahan tenaga profesional agar layanan dapat berlangsung secara tepat dan aman.

Selain layanan hapus tato, kegiatan kolaboratif BAZNAS Jabar dan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi. Kehadiran layanan kesehatan ini semakin memperluas manfaat kegiatan, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan dalam menghadapi persoalan akses pekerjaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka secara cuma-cuma.

Melalui program ini, BAZNAS Jabar menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dana zakat tidak hanya dalam bentuk bantuan yang bersifat karitatif, tetapi juga melalui program pemberdayaan yang mendorong penerima manfaat kembali produktif dan mandiri. BAZNAS Jabar juga mengajak masyarakat yang memiliki kebutuhan serupa untuk memperoleh informasi melalui kanal resmi BAZNAS Jawa Barat. “Masyarakat Jawa Barat yang ingin menghapus tato karena menghadapi kendala dalam mencari pekerjaan dapat mengakses informasi melalui media sosial dan website resmi BAZNAS Jawa Barat,” pungkas Zaki.

10/09/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Santunan bagi Keluarga Korban Ledakan Gas di Cikarang

BEKASI – BAZNAS Provinsi Jawa Barat turut hadir mendampingi Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., dalam penyaluran santunan bagi keluarga korban musibah ledakan gas elpiji di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Melalui dukungan zakat yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BAZNAS Jawa Barat menyalurkan bantuan sebesar Rp150 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga yang terdampak musibah.

Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu meringankan beban keluarga korban, khususnya setelah musibah mengakibatkan sejumlah anggota keluarga mengalami luka bakar dan membutuhkan perawatan. Kehadiran BAZNAS Jawa Barat dalam penyaluran tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan amanah zakat yang dihimpun dari para ASN dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi kedaruratan dan musibah kemanusiaan.

Peristiwa ledakan terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga dan pemberitaan di lapangan, ledakan diduga berkaitan dengan kebocoran gas elpiji ketika aktivitas memasak berlangsung. Sebanyak enam orang dalam satu keluarga menjadi korban dan mengalami luka bakar. Dua korban, yakni seorang ayah dan anaknya, kemudian meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. 

Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., yang hadir menemui keluarga korban, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama berbagai pihak terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. “Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan keluarga korban tidak merasa menghadapi musibah ini sendirian. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pendampingan dan memastikan kebutuhan korban serta keluarganya mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan bahwa santunan tersebut merupakan amanah dari para ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ditunaikan melalui BAZNAS Jawa Barat. “Bantuan ini merupakan amanah zakat yang dihimpun dari para ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit sekaligus menjadi wujud nyata bahwa zakat dapat hadir dalam situasi kemanusiaan dan memberikan manfaat secara langsung,” ungkapnya.


Salah seorang keluarga penerima bantuan, Kanah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada keluarga kami. Dalam kondisi seperti ini, perhatian dan bantuan dari pemerintah serta BAZNAS Jawa Barat sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikan para ASN yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS mendapatkan balasan dari Allah SWT,” tuturnya.

Melalui penyaluran santunan tersebut, BAZNAS Jawa Barat kembali menegaskan peran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial yang dapat hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi. BAZNAS Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS Jawa Barat, sehingga amanah tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menguatkan keluarga korban dalam menghadapi masa pemulihan serta memperkokoh solidaritas sosial di Jawa Barat.

31/08/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar

Berita Terbaru

BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Kebakaran kepada Enah Marlinah di Cilengkrang
BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Kebakaran kepada Enah Marlinah di Cilengkrang
KAB. BANDUNG — BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan menyalurkan bantuan kebakaran kepada Enah Marlinah, warga Kampung Pasir Tengah RT 005/RW 004, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Senin (14/9/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Jabar kepada masyarakat yang terdampak musibah sekaligus upaya meringankan beban penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pascakejadian. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara langsung dengan melibatkan unsur pemerintah desa setempat. Kehadiran BAZNAS Jabar di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam memastikan dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang menghadapi kondisi darurat akibat musibah kebakaran. Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Dra. Hj. Ruri Badariyah Ramadanti, M.T., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan amanah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Ibu Enah dan keluarga setelah mengalami musibah kebakaran. BAZNAS Jawa Barat berupaya agar amanah dari para muzaki dapat hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi sulit seperti ini,” ujar Ruri. Ruri menambahkan, penanganan masyarakat yang terdampak musibah membutuhkan kepedulian dan sinergi berbagai pihak. Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berorientasi pada penghimpunan zakat, tetapi juga memastikan dana yang dikelola dapat kembali memberikan manfaat sosial melalui program pendistribusian dan pendayagunaan. “Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk menghadirkan kemaslahatan. Semoga bantuan ini dapat menjadi penguat bagi keluarga untuk kembali menata kehidupan setelah musibah yang terjadi,” katanya. Sementara itu, Kepala Desa Jatiendah, Hj. Endang Sri Wiedyastutie, S.E., mengapresiasi perhatian BAZNAS Jawa Barat terhadap warganya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada warga kami yang mengalami musibah kebakaran. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat, karena selain membantu meringankan beban, juga menunjukkan adanya kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi musibah,” ungkap Endang. Bagi Enah Marlinah, bantuan yang diterimanya menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan Pemerintah Desa Jatiendah yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada saya. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami setelah mengalami musibah kebakaran. Semoga kebaikan dari BAZNAS dan para muzaki dibalas oleh Allah SWT,” tutur Enah. Penyaluran bantuan kepada Enah Marlinah menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Jawa Barat dalam memperkuat kehadiran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial dan kemanusiaan. Melalui dukungan para muzaki dan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat di tingkat daerah, BAZNAS Jabar terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan akibat musibah dan kondisi darurat.
BERITA14/09/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Kadedeuh untuk Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi
BAZNAS Jabar Salurkan Bantuan Kadedeuh untuk Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi
Bekasi (12/9) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak musibah dengan menyalurkan bantuan kadedeuh bagi korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kota Bekasi. Bantuan tersebut disalurkan kepada seluruh kelompok korban, baik keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka berat dan luka ringan. Bantuan kadedeuh yang diberikan mencapai Rp300 juta yang berasal dari Zakat ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak musibah. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen BAZNAS Jawa Barat untuk memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali memberikan manfaat secara langsung kepada mereka yang membutuhkan, terutama dalam situasi kedaruratan dan musibah. Bantuan kadedeuh diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi yang timbul setelah peristiwa tersebut. Kebakaran SPBE Cimuning terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026 yang lalu, di kawasan Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Peristiwa yang disertai ledakan tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran gas, sementara penyebab pastinya masih ditangani melalui proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dahsyatnya kebakaran tidak hanya berdampak pada fasilitas SPBE, tetapi juga merembet ke kawasan permukiman di sekitarnya. Sejumlah rumah dan bangunan warga mengalami kerusakan, sementara puluhan orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Data yang berkembang setelah kejadian juga menunjukkan adanya korban luka bakar yang harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Pada perkembangan berikutnya, jumlah korban tercatat mencapai 22 orang, terdiri atas korban meninggal dunia dan korban luka. Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran BAZNAS Jawa Barat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. “Bantuan kadedeuh ini merupakan ikhtiar BAZNAS Jawa Barat untuk meringankan beban keluarga korban, baik yang kehilangan anggota keluarganya maupun mereka yang masih menjalani proses pemulihan akibat luka. Kami ingin memastikan bahwa amanah zakat yang dititipkan masyarakat dapat hadir dan dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan, terutama dalam kondisi seperti ini,” ujar Zaki. Menurut Zaki, penyaluran bantuan tidak berhenti pada kelompok korban yang meninggal dunia, tetapi juga diberikan kepada korban yang mengalami luka berat maupun luka ringan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jawa Barat untuk memberikan perhatian secara menyeluruh kepada masyarakat terdampak. “Musibah ini memberikan dampak yang tidak sederhana bagi keluarga korban. Karena itu, BAZNAS berupaya memberikan dukungan secara proporsional sesuai dengan kondisi dan kebutuhan korban, sebagai wujud kepedulian sekaligus solidaritas sosial dari para muzaki dan masyarakat Jawa Barat,” tambahnya. Salah seorang penerima bantuan, Bu Isni, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Ia dan keluarganya turut mengalami dampak yang sangat berat dalam musibah tersebut. Bu Isni harus kehilangan suami serta dua orang anaknya. Dengan penuh haru, ia menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan menjadi penguat bagi dirinya untuk menghadapi masa-masa sulit pascaperistiwa tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada keluarga kami. Musibah ini sangat berat bagi saya, karena suami dan dua anak saya telah meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Bantuan ini tentu tidak akan menggantikan kehilangan yang kami alami, tetapi sangat berarti untuk membantu saya melewati masa sulit ini. Semoga kebaikan dan kepedulian BAZNAS serta para muzaki dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya. Dengan tersalurkannya bantuan kadedeuh tersebut, BAZNAS Jawa Barat berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi penguat bagi keluarga korban dalam melewati masa sulit sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pascamusibah. BAZNAS Jawa Barat juga menyampaikan doa agar para korban yang masih dalam proses pemulihan diberikan kesehatan dan kekuatan, sementara keluarga yang kehilangan anggota keluarga diberikan ketabahan. Penyaluran bantuan bagi korban kebakaran SPBE Cimuning ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS Jawa Barat untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, responsif dan berorientasi pada kemaslahatan. Melalui zakat yang ditunaikan para muzaki, BAZNAS Jawa Barat berupaya menghadirkan manfaat tidak hanya melalui program pemberdayaan, tetapi juga melalui respons kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi musibah dan kondisi darurat.
BERITA14/09/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Perkuat Sinergi Kabupaten/Kota, Dorong Optimalisasi Potensi Zakat Jawa Barat
BAZNAS Jabar Perkuat Sinergi Kabupaten/Kota, Dorong Optimalisasi Potensi Zakat Jawa Barat
BANDUNG BARAT — Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat mengikuti Pertemuan Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Sains & Teknologi Darul Hikam, Jalan Dago Giri Lembang Kabupaten Bandung Barat, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Jawa Barat. Posisi Strategis BAZNAS di Setiap Daerah Jawa Barat Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharudin, M.M.Pd., dalam sambutan sekaligus laporannya sebagai tuan rumah menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki posisi strategis dalam memastikan pengelolaan zakat dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan BAZNAS di Jawa Barat tidak hanya terletak pada masing-masing lembaga, tetapi juga pada kemampuan membangun orkestrasi dan kolaborasi antarlembaga. “Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan antarpimpinan, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta membangun langkah bersama agar potensi zakat di Jawa Barat dapat dikelola semakin optimal dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat,” ungkap Anang. Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Barat, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, yang memberikan materi mengenai target dan optimalisasi penghimpunan zakat tahun 2026–2027. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi BAZNAS di setiap daerah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional. “BAZNAS di daerah harus menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi kunci agar potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara lebih efektif,” ujar Sodik. Potensi Zakat Rp30 Triliun dan Manfaatnya bagi Kesejahteraan Umat Jawa Barat memiliki potensi zakat yang besar, yang dalam pembahasan kegiatan disebut mencapai sekitar Rp30 triliun. Namun, potensi tersebut hingga kini belum seluruhnya dapat dihimpun secara maksimal. Karena itu, optimalisasi penghimpunan menjadi salah satu agenda penting yang perlu dilakukan secara bersama-sama, baik melalui penguatan literasi zakat, peningkatan kepercayaan publik, pengembangan layanan digital, maupun perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak. Anang menilai, potensi tersebut harus dipandang bukan semata-mata sebagai angka penghimpunan, melainkan sebagai peluang besar untuk menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas. “Kalau potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara optimal, maka dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat Jawa Barat. Zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka peluang agar mustahik dapat tumbuh menjadi lebih mandiri,” katanya. Senada dengan hal tersebut, Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa optimalisasi zakat membutuhkan konsolidasi dan inovasi seluruh jajaran BAZNAS. Menurutnya, peningkatan penghimpunan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan kualitas pendistribusian serta pendayagunaan. “Zakat harus dikelola dengan prinsip amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Ketika masyarakat melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar memberikan manfaat, kepercayaan kepada lembaga zakat akan semakin tumbuh,” tuturnya. Lebih jauh, Anang menegaskan bahwa pengelolaan ZIS yang optimal memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan umat dan masyarakat Jawa Barat. Dana zakat dapat diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat. “Orientasi kita bukan hanya menghimpun sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap dana yang dipercayakan oleh muzaki memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota, insyaallah zakat dapat menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” ujar Anang. Pertemuan yang dihadiri seluruh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat serta Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat tersebut ditutup dengan semangat memperkuat koordinasi dan kolaborasi pengelolaan ZIS. Melalui forum silaturahmi ini, BAZNAS Jawa Barat dan seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota diharapkan semakin solid dalam mengoptimalkan potensi zakat, memperluas manfaat pendistribusian dan pendayagunaan, serta membangun kepercayaan masyarakat sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat di Jawa Barat.
BERITA11/09/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Gandeng Ponpes Attamur Buka Jalan Baru bagi Pencari Kerja Lewat Layanan Hapus Tato Gratis
BAZNAS Jabar Gandeng Ponpes Attamur Buka Jalan Baru bagi Pencari Kerja Lewat Layanan Hapus Tato Gratis
Kab. Bandung (9/9) — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan layanan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program hapus tato gratis. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur dan dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026). Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Jabar membantu masyarakat yang ingin memperbaiki kondisi kehidupannya dan menghadapi kendala dalam memperoleh pekerjaan. Layanan tersebut mendapat respons positif dari puluhan masyarakat usia produktif yang secara sukarela mengikuti program. Bagi sebagian peserta, tato tidak hanya berkaitan dengan persoalan penampilan, tetapi juga menjadi salah satu hambatan ketika mereka memasuki dunia kerja. Sejumlah perusahaan maupun instansi memiliki ketentuan tertentu terkait penampilan calon pekerja, sehingga keberadaan tato dapat mempersempit kesempatan mereka untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Jabar terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk kembali produktif. Menurutnya, persoalan tato dalam konteks program ini dilihat dari dampaknya terhadap akses masyarakat terhadap kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. “Program ini merupakan upaya membantu masyarakat Jawa Barat yang terkendala masuk dunia kerja karena memiliki tato. Kami ingin dana umat yang dikelola BAZNAS dapat menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Zaki. Zaki menjelaskan, para peserta pada dasarnya memiliki potensi dan kemampuan untuk bekerja, namun menghadapi hambatan tertentu akibat kebijakan atau persyaratan penampilan di sejumlah tempat kerja. Karena itu, BAZNAS Jabar memanfaatkan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat Jawa Barat untuk mendukung upaya peserta membuka kembali peluang ekonomi. “Dana yang digunakan dalam program ini berasal dari zakat masyarakat Jawa Barat. Amanah tersebut kami salurkan dalam bentuk layanan yang diharapkan dapat membantu penerima manfaat memperbaiki kualitas hidup sekaligus meningkatkan kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan,” katanya. Program hapus tato gratis ini telah memasuki tahap ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan pada Juli dan Agustus 2026. Pelaksanaan pada September menjadi bagian akhir dari rangkaian program yang telah berjalan selama beberapa bulan. Dalam prosesnya, peserta mendapatkan penanganan secara bertahap karena penghapusan tato tidak dapat dilakukan secara instan. Tingkat ketebalan tato, ukuran, serta jenis tinta yang digunakan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi proses dan jumlah tindakan yang diperlukan. “Penghapusan tato tidak bisa selesai hanya dengan satu kali tindakan. Kondisinya berbeda-beda, tergantung jenis dan karakteristik tato. Bahkan ada peserta yang saat ini sudah menjalani penanganan untuk ketiga atau keempat kalinya,” jelas Zaki. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti proses penanganan sesuai prosedur dan arahan tenaga profesional agar layanan dapat berlangsung secara tepat dan aman. Selain layanan hapus tato, kegiatan kolaboratif BAZNAS Jabar dan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi. Kehadiran layanan kesehatan ini semakin memperluas manfaat kegiatan, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan dalam menghadapi persoalan akses pekerjaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka secara cuma-cuma. Melalui program ini, BAZNAS Jabar menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan dana zakat tidak hanya dalam bentuk bantuan yang bersifat karitatif, tetapi juga melalui program pemberdayaan yang mendorong penerima manfaat kembali produktif dan mandiri. BAZNAS Jabar juga mengajak masyarakat yang memiliki kebutuhan serupa untuk memperoleh informasi melalui kanal resmi BAZNAS Jawa Barat. “Masyarakat Jawa Barat yang ingin menghapus tato karena menghadapi kendala dalam mencari pekerjaan dapat mengakses informasi melalui media sosial dan website resmi BAZNAS Jawa Barat,” pungkas Zaki.
BERITA10/09/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Santunan bagi Keluarga Korban Ledakan Gas di Cikarang
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Santunan bagi Keluarga Korban Ledakan Gas di Cikarang
BEKASI – BAZNAS Provinsi Jawa Barat turut hadir mendampingi Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., dalam penyaluran santunan bagi keluarga korban musibah ledakan gas elpiji di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Melalui dukungan zakat yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BAZNAS Jawa Barat menyalurkan bantuan sebesar Rp150 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga yang terdampak musibah. Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu meringankan beban keluarga korban, khususnya setelah musibah mengakibatkan sejumlah anggota keluarga mengalami luka bakar dan membutuhkan perawatan. Kehadiran BAZNAS Jawa Barat dalam penyaluran tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan amanah zakat yang dihimpun dari para ASN dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi kedaruratan dan musibah kemanusiaan. Peristiwa ledakan terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan keterangan keluarga dan pemberitaan di lapangan, ledakan diduga berkaitan dengan kebocoran gas elpiji ketika aktivitas memasak berlangsung. Sebanyak enam orang dalam satu keluarga menjadi korban dan mengalami luka bakar. Dua korban, yakni seorang ayah dan anaknya, kemudian meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., yang hadir menemui keluarga korban, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama berbagai pihak terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. “Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan keluarga korban tidak merasa menghadapi musibah ini sendirian. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pendampingan dan memastikan kebutuhan korban serta keluarganya mendapatkan perhatian,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan bahwa santunan tersebut merupakan amanah dari para ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ditunaikan melalui BAZNAS Jawa Barat. “Bantuan ini merupakan amanah zakat yang dihimpun dari para ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit sekaligus menjadi wujud nyata bahwa zakat dapat hadir dalam situasi kemanusiaan dan memberikan manfaat secara langsung,” ungkapnya. Salah seorang keluarga penerima bantuan, Kanah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada keluarga kami. Dalam kondisi seperti ini, perhatian dan bantuan dari pemerintah serta BAZNAS Jawa Barat sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikan para ASN yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS mendapatkan balasan dari Allah SWT,” tuturnya. Melalui penyaluran santunan tersebut, BAZNAS Jawa Barat kembali menegaskan peran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial yang dapat hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi. BAZNAS Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS Jawa Barat, sehingga amanah tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menguatkan keluarga korban dalam menghadapi masa pemulihan serta memperkokoh solidaritas sosial di Jawa Barat.
BERITA31/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Paket Logistik Keluarga bagi Penyintas Gempa di NTT
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Paket Logistik Keluarga bagi Penyintas Gempa di NTT
NTT - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada korban bencana gempa di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Paket Logistik Keluarga yang disalurkan berisi sejumlah kebutuhan pangan, di antaranya beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga di Posko Golo Conggo. Penyaluran bantuan itu turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. yang juga meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, BAZNAS akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa, khususnya yang berada di pengungsian, tetap terpenuhi. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy. Idy menyampaikan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. Untuk sementara ini, BAZNAS menargetkan pendistribusian paket sembako hingga 1.000 paket bagi para penyintas gempa. Bantuan tersebut akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelas Idy. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memantau kondisi penyintas gempa di sejumlah wilayah NTT untuk memastikan dukungan yang diberikan tetap tepat sasaran dan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. "BAZNAS mengucapan terima kasih kepada para muzaki kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, "ujarnya . Sementara itu, salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa NTT yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kamaruddin Abdullah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya selama berada di pengungsian. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS dari NTB menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," kata Kamaruddin. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya.
BERITA25/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS RI Distribusikan 1.900 Porsi Makanan Siap Saji untuk Penyintas Gempa di NTT
BAZNAS RI Distribusikan 1.900 Porsi Makanan Siap Saji untuk Penyintas Gempa di NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan 1.900 porsi makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan pangan ribuan warga terdampak gempa bumi di Desa Nanga Mbaling dan Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan penyaluran makanan siap saji ini ditujukan untuk menjaga ketahanan fisik serta kesehatan para pengungsi di tengah situasi darurat bencana. "Kami terus memastikan kebutuhan dasar seluruh korban terdampak gempa di Manggarai Timur terpenuhi secara cepat dan merata melalui dapur umum BAZNAS," jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026). Selain pendirian dapur umum, kata Idy, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga terus menyisir pemukiman warga untuk memetakan kebutuhan logistik susulan yang paling mendesak. Lebih lanjut, Idy mengatakan sinergi bersama pemerintah daerah dan relawan lokal terus diperkuat guna mempercepat proses evakuasi serta pemulihan pascabencana di kawasan tersebut. "Kehadiran BAZNAS di lapangan merupakan amanah dari para donatur dan muzaki untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," ujar Idy Muzayyad. Sementara itu, personel Tim BTB RI Dede Nurjaman mengatakan penanganan di lapangan juga mencakup penyediaan fasilitas dapur air untuk menyuplai kebutuhan susu anak-anak, kopi, teh, serta makanan ringan bagi para pengungsi. Dede menyebut distribusi makanan siap saji ini menyasar sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Sambi Rampas, dengan sebaran penerima manfaat mulai dari 137 hingga 800 jiwa di tiap posko. "Makanan siap saji ini kami antarkan langsung ke titik-titik posko pengungsian agar para korban gempa dapat mengonsumsinya secara tepat waktu," kata Dede. Selain mengoperasikan dapur umum dan mendistribusikan makanan siap saji, BAZNAS RI juga telah mendirikan Posko Layanan Kesehatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Mari berikan dukungan terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS di baznas.go.id/sedekahbencana.
BERITA21/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging dari Pengguna QuranBest untuk Warga Tasikmalaya
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging dari Pengguna QuranBest untuk Warga Tasikmalaya
TASIKMALAYA – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan manfaat zakat melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, yang bersumber dari kepedulian para pengguna aplikasi QuranBest. Kegiatan penyaluran dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, kepada masyarakat di Kampung Cikadongdong Ciangir RT 01/RW 06, Kelurahan dan Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Jawa Barat dalam memastikan manfaat zakat dan sedekah dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga ke wilayah pelosok. Penyaluran tersebut dilaksanakan oleh Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pengumpulan, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., bersama Pimpinan Bidang SDM, Administrasi, Umum dan Humas, Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum. Kehadiran jajaran BAZNAS Jawa Barat turut didampingi Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya, H. Nasihin, S.IP., beserta jajaran, sebagai bagian dari sinergi dalam memastikan penyaluran bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran program. Dalam sambutannya, Nana Sudiana menyampaikan bahwa Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan wujud nyata dari amanah yang dititipkan masyarakat melalui layanan digital. “Zakat dan sedekah yang ditunaikan masyarakat merupakan amanah yang harus kami kelola dan distribusikan secara tepat. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa manfaat yang dihimpun melalui ekosistem digital juga dapat hadir secara langsung di tengah masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah pelosok,” ujarnya. Nana menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat. Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam berbagi melalui platform digital perlu diikuti dengan pengelolaan dan penyaluran yang profesional agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh penerima. “Kami berharap sinergi ini terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari zakat dan sedekah. Pada akhirnya, setiap amanah yang dititipkan harus kembali menjadi kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya, H. Nasihin, S.IP., menyampaikan apresiasi atas kehadiran BAZNAS Jawa Barat dan para pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program di wilayah Tamansari. “Kami menyambut baik program ini karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Sinergi antara BAZNAS Jawa Barat, BAZNAS Kota Tasikmalaya, dan para muzaki menjadi kekuatan untuk memperluas jangkauan pelayanan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya. Kebahagiaan juga dirasakan oleh Ma Entin, salah seorang penerima manfaat. Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima dan mengapresiasi kepedulian para muzaki yang telah berbagi dengan masyarakat. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat, BAZNAS Kota Tasikmalaya, dan semua yang sudah berbagi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga menjadi amal kebaikan bagi semua yang terlibat,” ungkapnya. Melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, BAZNAS Provinsi Jawa Barat terus berupaya mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian dana zakat serta sedekah agar memberikan dampak sosial yang nyata. Dukungan para pengguna QuranBest menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang memungkinkan manfaat berbagi menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. BAZNAS Jawa Barat berharap kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat dan sedekah terus tumbuh sehingga semakin banyak mustahik yang merasakan manfaat, sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan solidaritas sosial di Jawa Barat.
BERITA20/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Gerak Cepat Dirikan Posko Medis RSB Gempa NTT di Tengah Keterbatasan
BAZNAS Gerak Cepat Dirikan Posko Medis RSB Gempa NTT di Tengah Keterbatasan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) bergerak cepat mendirikan posko pelayanan medis bagi para korban gempa bumi di Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan aksi cepat tanggap berupa penyediaan layanan kesehatan darurat ini berhasil didirikan oleh tim medis BAZNAS di tengah berbagai keterbatasan fasilitas dan aksesibilitas di lokasi bencana. "Tim RSB Alhamdulillah pagi ini sudah standby membuka pos layanan kesehatan untuk para korban gempa NTT," jelas Sodik Mudjahid dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, BAZNAS telah mengerahkan dua tim utama, yakni BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), untuk mempercepat penyiapan bantuan darurat bagi para korban bencana gempa. Ia meyakinkan bahwa pihaknya memfokuskan penyaluran bantuan pada kebutuhan mendesak seperti tenda pengungsian, layanan kesehatan, pasokan makanan, serta perlengkapan khusus ibu dan anak. "Saat ini dana bantuan yang terkumpul sudah mencapai kurang lebih Rp6 miliar dan akan terus disalurkan melalui berbagai program darurat maupun pemulihan," katanya. Berdasarkan data per pukul 16.00 WIB, Selasa (18/8/2026), gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) telah menimbulkan dampak luas dengan total korban jiwa akibat bencana yang diikuti ribuan gempa susulan tersebut mencapai 70 orang, dengan 1.182 orang mengalami luka-luka, 40.040 orang mengungsi, serta 11.952 rumah terdampak.
BERITA20/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
Dari Potensi Menjadi Manfaat, BAZNAS Jabar Perkuat UPZ dan Digitalisasi Zakat
Dari Potensi Menjadi Manfaat, BAZNAS Jabar Perkuat UPZ dan Digitalisasi Zakat
BANDUNG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai ujung tombak penghimpunan sekaligus mempercepat transformasi digital pengelolaan zakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat tingkat provinsi yang berdasarkan kajian Pusat Kajian Strategis (PUSKAS) BAZNAS mencapai Rp535,4 miliar per tahun. Penguatan tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (Rakor UPZ) BAZNAS Jawa Barat Tahun 2026 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda No. 30, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026). Mengusung tema “Menguatkan Peran UPZ, Memperluas Manfaat Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Jawa Barat Istimewa”, Rakor diikuti ratusan pengurus UPZ yang berasal dari instansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, badan usaha milik daerah (BUMD), perguruan tinggi, perusahaan swasta, hingga masjid. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd., mengatakan besarnya potensi zakat harus diikuti dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kepercayaan publik, serta sistem penghimpunan yang semakin mudah dan transparan. Menurut dia, capaian penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) se-Jawa Barat pada 2025 yang mencapai Rp3,71 triliun menunjukkan besarnya kekuatan filantropi Islam sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan. “UPZ merupakan garda terdepan sekaligus mitra strategis BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat di berbagai instansi dan komunitas. Karena itu, UPZ harus terus diperkuat agar pengelolaan ZIS dan DSKL semakin profesional, transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Anang. Menurut Anang, ukuran keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata terletak pada besarnya dana yang berhasil dihimpun. Lebih jauh, zakat harus mampu menghadirkan perubahan sosial, memperkuat kemandirian mustahik, serta berkontribusi terhadap penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Zakat sebagai Kekuatan Sosial Gubernur Jawa Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Asep Sukmana, M.Si., mengapresiasi penguatan UPZ sebagai bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurut Asep, mendukung tata kelola zakat yang akuntabel, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi memiliki kekuatan sosial yang besar untuk membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat, terutama kemiskinan dan kesenjangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, UPZ, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu terus diperkuat,” ujarnya. Penguatan tersebut dinilai semakin penting karena Jawa Barat memiliki jumlah penduduk dan potensi ekonomi yang besar. Optimalisasi zakat diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai program pembangunan pemerintah, terutama dalam memperluas perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya harmonisasi sistem pengelolaan zakat dari tingkat pusat hingga daerah. Di tengah potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun, Jawa Barat dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem zakat nasional. “Penguatan kapasitas pengelola UPZ dan transformasi digital merupakan kebutuhan. Pengelolaan zakat harus semakin cepat, transparan, mudah diakses, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” kata Sodik. Digitalisasi untuk Memperkuat Kepercayaan Salah satu agenda penting Rakor UPZ 2026 adalah akselerasi digitalisasi penghimpunan dan pengelolaan ZIS. BAZNAS Jawa Barat mendorong pemanfaatan ekosistem perbankan dan pembayaran digital melalui Cash Management System (CMS), mobile banking, QRIS, serta Virtual Account. Digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan kemudahan kepada muzaki dalam menunaikan zakat, tetapi juga memperkuat transparansi, akurasi pencatatan, serta akuntabilitas pengelolaan dana secara lebih cepat dan terintegrasi. Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun digital trust. Kemudahan teknologi harus berjalan beriringan dengan kepercayaan publik, karena zakat pada hakikatnya merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam Rakor tersebut, para pengurus UPZ juga memperoleh penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas teknis, berbagi praktik baik (best practices), serta penyusunan strategi kolaboratif untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat dari ASN dan non-ASN, BUMD, perusahaan, perguruan tinggi, masjid, serta berbagai kelompok masyarakat. Dari Penghimpunan Menuju Kebermanfaatan BAZNAS Jawa Barat menegaskan bahwa peningkatan penghimpunan harus selalu berbanding lurus dengan perluasan manfaat bagi mustahik. Dana zakat diharapkan semakin kuat menopang program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, serta berbagai ikhtiar untuk mengurangi kemiskinan. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, BAZNAS Jawa Barat terus memperkuat tata kelola kelembagaan, antara lain melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan. Melalui Rakor UPZ 2026, BAZNAS Jawa Barat berharap terbangun gerakan zakat yang semakin kolaboratif. UPZ tidak hanya diposisikan sebagai unit penghimpun, tetapi menjadi simpul yang menghubungkan muzaki, BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat penerima manfaat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara besarnya potensi zakat dan realisasi penghimpunan, sekaligus memastikan setiap rupiah zakat yang ditunaikan masyarakat dapat dikelola secara amanah dan menghadirkan manfaat yang semakin luas. Pada akhirnya, optimalisasi zakat bukan semata-mata tentang mengejar angka penghimpunan. Zakat merupakan instrumen solidaritas sosial untuk mengubah kepedulian menjadi keberdayaan, membantu mustahik menjadi lebih mandiri, dan memperkuat ikhtiar bersama mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang lebih sejahtera.
BERITA13/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Cianjur, Tiga Ekor Domba Disembelih Langsung di Lokasi
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Cianjur, Tiga Ekor Domba Disembelih Langsung di Lokasi
Cianjur – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan manfaat zakat melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok yang bersumber dari zakat para pengguna aplikasi BRImo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, bertempat di Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ), Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jawa Barat untuk memastikan manfaat zakat dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa tiga ekor domba kepada masyarakat penerima manfaat. Berbeda dengan penyaluran daging pada umumnya, bantuan kali ini diberikan dalam bentuk hewan hidup yang kemudian disembelih secara langsung di lokasi pelaksanaan. Mekanisme tersebut sekaligus memungkinkan masyarakat penerima manfaat bersama-sama menyaksikan dan mengikuti proses penyembelihan hingga pengolahan daging sebelum dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan. Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Dra. Hj. Ruri Badariyah Ramadanti, M.T., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata dari amanah masyarakat yang menunaikan zakat melalui kanal digital. “Setiap zakat yang ditunaikan oleh para muzaki merupakan amanah yang harus kami kelola dan salurkan dengan sebaik-baiknya. Melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, kami berharap manfaat dari zakat yang dihimpun melalui BRImo dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat,” ujarnya. Menurut Ruri, penyaluran zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian, diharapkan dapat mempererat hubungan antara muzaki, lembaga pengelola zakat, dan mustahik. Dengan demikian, zakat dapat terus menjadi salah satu instrumen yang memberikan manfaat sosial secara luas. Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ) Ciranjang, Rukman Samsudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran BAZNAS Jawa Barat di lingkungan yayasan. “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan kepedulian BAZNAS Jawa Barat yang telah hadir dan berbagi bersama masyarakat di sini. Bantuan ini tentu sangat berarti dan mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi penerima serta menjadi keberkahan bagi para muzaki yang telah menitipkan amanahnya melalui BAZNAS,” ungkapnya. Rasa syukur juga disampaikan oleh Abah Asep, salah seorang penerima manfaat. Ia mengaku senang dapat menerima bantuan sekaligus menyaksikan proses penyembelihan domba secara langsung. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan para muzaki yang sudah berbagi. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua yang terlibat,” tuturnya. Melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, BAZNAS Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Dukungan masyarakat melalui kemudahan pembayaran zakat menggunakan aplikasi BRImo menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat tersebut. BAZNAS Jawa Barat berharap sinergi ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dan kebahagiaan dari zakat yang ditunaikan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
BERITA10/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok dari Zakat Pengguna BRImo untuk Masyarakat Desa Ciririp Purwakarta
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok dari Zakat Pengguna BRImo untuk Masyarakat Desa Ciririp Purwakarta
Purwakarta – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat hingga ke wilayah pelosok melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok yang bersumber dari zakat para pengguna aplikasi BRImo. Program tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, sebagai bagian dari ikhtiar memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Kegiatan penyaluran dipimpin langsung oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., serta dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Hj. Rika Ristiawati, M.E., Pemerintah Desa Ciririp, tokoh masyarakat, relawan, dan warga penerima manfaat. Melalui sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Purwakarta, proses distribusi bantuan berjalan tertib dengan tetap mengedepankan prinsip pemerataan dan ketepatan sasaran. Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan dana zakat yang ditunaikan masyarakat melalui kanal digital BRImo. Kehadiran program ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera di wilayah pedesaan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Selain menghadirkan manfaat secara langsung, program ini juga menjadi bukti bahwa kemudahan berzakat melalui layanan digital dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah. Dalam sambutannya, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa setiap amanah zakat yang dititipkan oleh para muzaki harus dikelola secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam memastikan bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat, termasuk melalui aplikasi BRImo, benar-benar hadir di tengah mereka yang membutuhkan. Kami ingin manfaat zakat tidak hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di pelosok desa sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan umat," ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Ciririp, H. Mahdum, menyampaikan apresiasi atas kehadiran BAZNAS Jawa Barat yang telah memilih Desa Ciririp sebagai lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Purwakarta, dan seluruh muzaki yang telah berbagi melalui program ini. Bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan semangat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap warga di daerah kami," tuturnya. Rasa syukur juga disampaikan oleh salah seorang penerima manfaat, Mak Nunung, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Desa Ciririp. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur menerima bantuan ini. Daging seperti ini tidak setiap hari bisa kami nikmati. Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan para donatur yang telah berbagi rezeki kepada kami. Semoga Allah membalas semua kebaikannya dengan keberkahan yang berlipat," ungkapnya. Melalui pelaksanaan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendistribusian zakat yang amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Dengan dukungan masyarakat yang menunaikan zakat melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi BRImo, diharapkan semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh mustahik di berbagai pelosok Jawa Barat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan umat.
BERITA03/08/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Amanah Zakat Pengguna BRImo, Hadirkan Kebahagiaan bagi 80 Mustahik melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Karawang
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Amanah Zakat Pengguna BRImo, Hadirkan Kebahagiaan bagi 80 Mustahik melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Karawang
Karawang – Komitmen menghadirkan manfaat zakat hingga ke pelosok daerah terus diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok. Pada Kamis, 23 Juli 2026, BAZNAS Jawa Barat menyalurkan amanah zakat dari para pengguna aplikasi BRImo kepada masyarakat di Dusun Gambarsari RT 08/RW 03, Desa Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Program ini menjadi salah satu bentuk optimalisasi pengelolaan zakat digital yang mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah dengan akses terhadap pangan bergizi yang masih terbatas. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa tiga ekor domba yang disembelih sesuai syariat Islam. Daging kurban tersebut kemudian dipotong, ditimbang, dikemas, dan didistribusikan kepada 80 mustahik yang telah didata dan diverifikasi bersama Pemerintah Desa Kalangsurya. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak sehingga penyaluran zakat berlangsung secara tepat sasaran, amanah, dan memberikan manfaat yang optimal. Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, tim pendistribusian BAZNAS Provinsi Jawa Barat, perangkat Desa Kalangsurya, tokoh masyarakat, relawan, serta para penerima manfaat. Sebelum proses distribusi dilakukan, BAZNAS berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas penyaluran dana zakat kepada para mustahik. Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan wujud nyata bagaimana zakat yang ditunaikan secara digital mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kemudahan layanan pembayaran zakat melalui aplikasi BRImo menjadi salah satu ikhtiar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam berbagi sekaligus memperkuat pemerataan manfaat zakat hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan. "Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengguna aplikasi BRImo yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Amanah yang dititipkan hari ini telah menghadirkan kebahagiaan bagi 80 mustahik di Desa Kalangsurya. Ini menjadi bukti bahwa zakat yang dibayarkan melalui layanan digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi muzaki, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga sinergi ini terus berkembang sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang merasakan keberkahan zakat," ujar Ijang Faisal. Rasa syukur juga disampaikan oleh salah seorang penerima manfaat, Ibu Nurhayati, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Berbagi Daging Hingga Pelosok. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan karena masih banyak pihak yang peduli terhadap masyarakat di wilayah pelosok. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat serta para muzaki yang telah berbagi rezeki melalui program ini. Bantuan daging ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur dengan keberkahan dan rezeki yang berlipat," tuturnya. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging, berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat dukungan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para relawan yang terlibat. Kehadiran mereka memastikan setiap paket daging diterima secara merata oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Suasana kebersamaan dan gotong royong yang tercipta menjadi cerminan semangat zakat sebagai instrumen penguat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. Sinergi layanan pembayaran zakat melalui aplikasi BRImo diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak mustahik di berbagai pelosok Jawa Barat serta menghadirkan dampak sosial yang semakin luas bagi kesejahteraan umat.
BERITA25/07/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
Gubernur Jawa Barat Bersama BAZNAS Jabar Salurkan Santunan Rp300 Juta untuk Keluarga Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Indramayu
Gubernur Jawa Barat Bersama BAZNAS Jabar Salurkan Santunan Rp300 Juta untuk Keluarga Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Indramayu
Indramayu – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Indramayu. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi didampingi Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zaki Hilmi, M.H., menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia di Kampung Jemeti Desa Cempeh Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. Musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa waktu sebelumnya di wilayah Kabupaten Indramayu mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebagai bentuk kehadiran pemerintah dan BAZNAS di tengah masyarakat, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyalurkan santunan sebesar Rp300.000.000 kepada 12 keluarga korban meninggal dunia, dengan masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp25.000.000. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjadi bentuk perhatian dan empati kepada para ahli waris. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan sekadar nilai materi, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat terhadap sesama. Ia menjelaskan bahwa santunan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Provinsi Jawa Barat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Bantuan ini merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah para ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikelola oleh BAZNAS Jawa Barat. Mudah-mudahan kehadiran kami hari ini dapat memberikan sedikit penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Kita tentu tidak dapat menggantikan kehilangan yang dirasakan, tetapi semoga kepedulian ini menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Barat hadir dan saling menguatkan ketika saudara-saudaranya tertimpa musibah," ujar Dedi Mulyadi. Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa penyaluran santunan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara cepat, tepat sasaran, dan responsif terhadap berbagai kondisi kedaruratan maupun musibah yang menimpa masyarakat. Menurutnya, dana zakat yang dititipkan para muzaki tidak hanya disalurkan untuk program pemberdayaan, tetapi juga menjadi instrumen kepedulian sosial ketika masyarakat menghadapi bencana dan kehilangan. "BAZNAS Jawa Barat berkomitmen agar setiap amanah zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan oleh para muzaki dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang benar-benar memberikan manfaat. Santunan ini merupakan bentuk empati sekaligus ikhtiar untuk meringankan beban keluarga korban. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Semoga setiap kebaikan tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya," tutur Zaki Hilmi. Rasa haru dan syukur turut disampaikan oleh Tarkadi salah seorang perwakilan keluarga korban yang menerima santunan. Menurutnya, perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BAZNAS menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit setelah kehilangan anggota keluarga tercinta. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, BAZNAS Jawa Barat, serta seluruh ASN yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, bukan hanya karena nilainya, tetapi juga karena kami merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu yang telah peduli kepada kami," ungkap Tarkadi dengan penuh haru. Melalui penyaluran santunan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para ASN sebagai muzaki, dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen solidaritas sosial yang mampu menghadirkan harapan di tengah musibah. BAZNAS Jawa Barat berharap semangat gotong royong dan kepedulian ini terus tumbuh sehingga manfaat zakat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Jawa Barat.
BERITA14/07/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Luncurkan Program Jejak Baru, Layanan Hapus Tato Gratis untuk Buka Peluang Hidup dan Kerja yang Lebih Baik
BAZNAS Jabar Luncurkan Program Jejak Baru, Layanan Hapus Tato Gratis untuk Buka Peluang Hidup dan Kerja yang Lebih Baik
Kab. Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan inovasi program pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program "Jejak Baru", sebuah layanan hapus tato gratis bagi masyarakat yang ingin memulai lembaran kehidupan baru. Program yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur di Kabupaten Bandung. Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya menyentuh aspek sosial dan spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para penerima manfaat. Program "Jejak Baru" lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat yang mengalami hambatan dalam memperoleh pekerjaan maupun membangun kembali kepercayaan diri akibat keberadaan tato di tubuh mereka. Melalui layanan ini, BAZNAS Jawa Barat ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat yang memiliki tekad untuk berhijrah dan memperbaiki kualitas hidupnya. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, menunjukkan bahwa program tersebut menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat. Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menjelaskan bahwa Program "Jejak Baru" bukan sekadar layanan kesehatan estetika, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendampingan yang utuh bagi masyarakat agar mampu kembali berdaya. Menurutnya, zakat memiliki fungsi yang luas dalam mendorong transformasi kehidupan mustahik, termasuk membantu mereka memperoleh kesempatan kerja dan kehidupan yang lebih baik. "Program Jejak Baru merupakan jembatan bagi saudara-saudara kita yang ingin membuka lembaran kehidupan baru. Kami ingin menghadirkan layanan yang bukan hanya menghapus tato secara fisik, tetapi juga mengembalikan harapan, membangun kepercayaan diri, dan membuka akses terhadap peluang kerja yang selama ini mungkin tertutup. Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan perubahan kehidupan masyarakat," ujar Zaki Hilmi. Salah seorang peserta, Devi, warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia menceritakan bahwa selama bertahun-tahun tato yang dimilikinya menjadi salah satu faktor yang menghambat dirinya memperoleh pekerjaan. Kesempatan mengikuti Program "Jejak Baru" memberikan harapan baru untuk menata kembali masa depan yang lebih baik. "Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan semua pihak yang telah menyelenggarakan program ini. Selama ini saya sering merasa minder ketika melamar pekerjaan karena tato yang saya miliki. Alhamdulillah, sekarang saya punya semangat baru untuk mencoba kembali mencari pekerjaan dengan lebih percaya diri. Semoga semakin banyak orang yang bisa merasakan manfaat dari program seperti ini," ungkap Devi. Dalam pelaksanaannya, proses penghapusan tato dilakukan menggunakan teknologi laser medis yang ditangani oleh tenaga kesehatan profesional sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien. Seluruh tahapan tindakan diawali dengan proses konsultasi, pemeriksaan kondisi kulit, hingga pendampingan pascatindakan guna memastikan setiap peserta memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur medis. Melalui kolaborasi bersama Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, BAZNAS Provinsi Jawa Barat berharap Program "Jejak Baru" dapat menjadi salah satu model pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membantu seseorang meninggalkan masa lalunya, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan kesempatan baru dalam memperoleh pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat semangat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif. Ke depan, BAZNAS Jawa Barat akan terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai wujud komitmen menghadirkan zakat yang memberikan manfaat luas, berkelanjutan, dan berdampak bagi kemaslahatan umat.
BERITA02/07/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Hadirkan Khitan Ceria, Wujud Kolaborasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Anak Indonesia
BAZNAS Jabar Hadirkan Khitan Ceria, Wujud Kolaborasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Anak Indonesia
BANDUNG – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat kembali diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui penyelenggaraan Khitan Ceria dengan mengusung tema "Karena Setiap Anak adalah Istimewa, dan Setiap Anak Berhak Merasakan Kebahagiaan" pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Khitan Dokter Seno, Kota Bandung ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Jawa Barat bersama Klinik Khitan Dokter Seno, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bank BJB, serta didukung oleh berbagai sponsor, mitra kemanusiaan, dan para muzaki sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di Jawa Barat. Program khitan massal ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sebagai bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang kesehatan. Selain mendapatkan layanan khitan yang aman dan profesional, seluruh peserta juga menerima paket santunan, perlengkapan pendukung, serta bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti prosesi khitan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jawa Barat berharap momentum khitan menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga penerima. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat, H. Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si. mewakili Gubernur Jawa Barat, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Jajang Apipudin, M.Ag., Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Drs. H. Jamjam Erawan, M.AP., Ketua BAZNAS Kota Bandung, Drs. H. Momon Ahmad Imron, serta Direktur Klinik Pratama Seno Medika, Hj. Isti Seni Utami, S.E., M.Si. Turut hadir pula para sponsor dan mitra kolaborasi yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini, yaitu Yayasan Itqan Peduli, Syaamil Adicita Andalan, Relawan Nusantara, PT Gineka Karya Teknologi, Bank BJB, PT Ethica Megah Madani, PT Thobach Indonesia, Majelis Taklim Perempuan IPHI Jawa Barat, Max Kreasi Indonesia, Yayasan Insani Harapan Utama, Ina Cookies, serta AMDK TGM. Dalam sambutannya, H. Andrie Kustria Wardana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membangun sinergi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga sosial, dan para donatur merupakan contoh nyata semangat gotong royong yang harus terus diperkuat. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi ikhtiar BAZNAS Jawa Barat bersama seluruh mitra yang telah menghadirkan program khitan massal ini. Program seperti ini bukan hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak. Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Barat," ujarnya. Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, Dr. H. Ijang Faisal, mengatakan bahwa program Khitan Ceria merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan para muzaki menjadi kekuatan utama bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan layanan sosial yang berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. "Khitan Ceria bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga wujud hadirnya zakat dalam memberikan kebahagiaan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh muzaki, sponsor, serta para mitra yang telah bergandengan tangan bersama BAZNAS Jawa Barat. Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal saleh yang terus mengalir manfaatnya dan semakin memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat," ungkapnya. Selaku tuan rumah kegiatan, Hj. Isti Seni Utami, Direktur Klinik Pratama Seno Medika, menyampaikan kebanggaannya dapat kembali berkolaborasi bersama BAZNAS Jawa Barat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh tenaga medis berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, nyaman, dan ramah anak sehingga proses khitan dapat berlangsung dengan aman dan menyenangkan. "Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Harapan kami, anak-anak yang mengikuti khitan hari ini memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi awal tumbuhnya generasi yang sehat, percaya diri, dan bahagia," ujarnya. Sementara itu, salah seorang orang tua peserta khitan, Eti Nurhayati, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya program tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan layanan khitan dengan fasilitas yang baik tanpa harus terbebani biaya. "Alhamdulillah saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat, Klinik Dokter Seno, para sponsor, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pelayanannya sangat baik, anak saya merasa nyaman selama proses khitan, dan kami juga mendapatkan perhatian yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya," tuturnya. Melalui Khitan Ceria, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program-program pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, lembaga sosial, tenaga kesehatan, para sponsor, serta para muzaki menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di Jawa Barat.
BERITA30/06/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS JABAR SALURKAN PROGRAM BERBAGI DAGING SAMPAI PELOSOK UNTUK 50 WARGA DI BANDUNG BARAT
BAZNAS JABAR SALURKAN PROGRAM BERBAGI DAGING SAMPAI PELOSOK UNTUK 50 WARGA DI BANDUNG BARAT
Bandung Barat – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui Program Berbagi Daging Sampai Pelosok yang dilaksanakan di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (12/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa 2 ekor domba yang didistribusikan kepada 50 penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Jabar dalam menghadirkan kebahagiaan dan memperluas jangkauan manfaat kepada masyarakat hingga wilayah pelosok. Penyaluran bantuan dihadiri langsung oleh Pimpinan Bidang SDM, Administrasi, Umum dan Humas BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Bapak Nana Sudiana. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya Kepala Desa Tanjungwangi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Dusun, serta Ketua RW 05. Bapak Nana Sudiana menyampaikan bahwa Program Berbagi Daging Sampai Pelosok merupakan upaya BAZNAS Provinsi Jawa Barat untuk memastikan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzakki dan donatur dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS Jabar terus berupaya menghadirkan manfaat yang nyata dan menjangkau masyarakat hingga pelosok. Program ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan yang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat," ujarnya. Masyarakat Desa Tanjungwangi menyambut program tersebut dengan penuh antusias dan rasa syukur. Kehadiran Program Berbagi Daging Sampai Pelosok diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara BAZNAS, para donatur, dan penerima manfaat. Melalui berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan, BAZNAS Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki, munfik, dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
BERITA12/06/2026 | HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Berbagi Kebahagiaan Bersama Santri dalam Rangka Maulid Nabi
BAZNAS Jabar Berbagi Kebahagiaan Bersama Santri dalam Rangka Maulid Nabi
KKB, 15 September 2025 — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, BAZNAS Provinsi Jawa Barat bersama mitra menggelar kegiatan bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Bersama Santri” di Pondok Pesantren Al-Furqon, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diawali dengan makan bersama para santri yang mendapat dukungan penuh dari Quran Best. Kebersamaan ini menghadirkan suasana penuh kehangatan dan rasa syukur, sekaligus menjadi momen istimewa bagi para santri untuk menikmati hidangan bersama-sama. Usai makan bersama, acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diikuti para santri dengan penuh antusias. Suasana semakin semarak dengan sorak gembira, tawa, dan semangat kompetisi yang sehat. Mengingat lokasi pondok pesantren yang berada di area tebing dan rawan bencana, BAZNAS Jabar juga menghadirkan BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) Jabar untuk memberikan materi edukasi tanggap bencana. Santri diberikan pemahaman penting mengenai langkah-langkah penyelamatan diri serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan mereka. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para santri pemenang lomba, disertai dengan penyerahan bantuan logistik dari BAZNAS Jabar berupa 200 kg beras, minyak goreng, kornet sarden, susu, gula, garam, kecap, penyedap, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari para santri di Ponpes Al-Furqon. Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Ir. Rachmat Ari Kusumanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen BAZNAS Jabar dalam mendukung pendidikan keagamaan dan kesejahteraan santri, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana. “Maulid Nabi adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin menebar kebahagiaan, mempererat ukhuwah, serta memastikan bahwa para santri mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak, baik secara spiritual maupun material,” ujar Rachmat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jabar tidak hanya menghadirkan kebahagiaan dalam peringatan Maulid Nabi, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan serta kesejahteraan para santri di daerah rawan bencana.
BERITA17/09/2025 | HUMAS BAZNAS JABAR
LAUNCHING PROGRAM PENDAYAGUNAAN BAZNAS JAWA BARAT
LAUNCHING PROGRAM PENDAYAGUNAAN BAZNAS JAWA BARAT
Bandung, Rabu 3 September 2025 – BAZNAS Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan Program Pendayagunaan bertempat di Aula DMI Provinsi Jawa Barat. Dalam momentum ini, BAZNAS Jawa Barat mendapat dukungan program kolaborasi dari BAZNAS Republik Indonesia untuk kemudian disalurkan melalui BAZNAS Kota/Kabupaten di wilayah Jawa Barat. Program ini menyasar sektor ekonomi mikro, baik di perkotaan maupun pedesaan, dengan penerima manfaat perorangan maupun kelompok. Tujuan utama kolaborasi ini adalah memperkuat peran BAZNAS dalam upaya menekan angka kemiskinan serta meningkatkan perhatian masyarakat terhadap lembaga amil zakat sebagai bagian dari solusi kesejahteraan umat. Lebih jauh, inisiatif ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mencapai kedaulatan pangan dan penurunan kemiskinan di Jawa Barat. Adapun penerima program ini meliputi 14 Kota/Kabupaten serta 8 perguruan tinggi (negeri dan swasta) dengan total 202 penerima manfaat. Bentuk program yang dijalankan antara lain Z Auto, Z Coffee, Balai Ternak, Lumbung Pangan, dan Zakat Community Development (ZCD). Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ali Khosim, S.H.I., M.Ag., menyampaikan, “Program Pendayagunaan ini merupakan upaya BAZNAS Jawa Barat dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah tepat sasaran dan tidak hanya bersifat konsumtif tapi juga produktif sehingga mustahik bisa mandiri dan harapannya nanti 202 penerima manfaat bisa menjadi muzaki. Kami berharap program-program yang sudah dirancang ini bisa menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi umat” Ali Khosim menambahkan, “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari BAZNAS Kabupaten dan Kota, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program. Dengan kolaborasi yang baik, insya Allah keberkahan zakat dapat menghadirkan perubahan yang lebih luas bagi mustahik di Jawa Barat.” Melalui launching ini, BAZNAS menegaskan komitmennya dalam membangun kolaborasi yang transparan, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan perekonomian mustahik di Jawa Barat.
BERITA04/09/2025 | HUMAS BAZNAS JABAR
BAZNAS Jabar Raih 5 Penghargaan di BAZNAS Award 2025
BAZNAS Jabar Raih 5 Penghargaan di BAZNAS Award 2025
Jakarta, 28 Agustus 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang BAZNAS Award 2025, BAZNAS Jabar berhasil meraih lima penghargaan bergengsi sekaligus. Acara penganugerahan tersebut digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, dan dihadiri pejabat kementerian dan pimpinan BAZNAS dari berbagai daerah, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Adapun kategori raihan prestasi BAZNAS Jabar dalam ajang BAZNAS Award 2025 adalah: 1. BAZNAS Provinsi Kategori A Perencanaan Terbaik 2. BAZNAS Provinsi Program Ekonomi Bank Zakat Mikro Terbaik 3. BAZNAS Provinsi Tim Kebencanaan Teraktif 4. BAZNAS Provinsi Program Promosi dan Iklan Terbaik 5. BAZNAS Provinsi Pengadministrasian ZIS di Luar Neraca Klaster 5 Terbaik Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan para muzaki, donatur, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung berbagai program BAZNAS Jabar. “Alhamdulillah, pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dukungan muzaki, dan doa mustahik. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat program pemberdayaan ekonomi, kebencanaan, serta mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jawa Barat,” ungkapnya. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen BAZNAS Jabar dalam mewujudkan visi besar menjadikan zakat sebagai instrumen penting untuk pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat di Jawa Barat. BAZNAS Jabar berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan inovasi, transparansi, dan manfaat nyata dari zakat bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa kontribusi yang diberikan para penggerak zakat merupakan bagian penting dari dakwah zakat yang membawa manfaat luas bagi umat. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mitra, para pimpinan BAZNAS se-Indonesia atas apa yang Bapak Ibu lakukan selama ini. Apa yang sudah kita lakukan ini menjadi bagian penting dari dakwah zakat yang luar biasa,” ujar Prof Noor. Lebih lanjut, Prof Noor menuturkan, penyelenggaraan BAZNAS Awards 2025 dilakukan secara besar-besaran untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para penggerak zakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan di berbagai daerah.
BERITA29/08/2025 | HUMAS BAZNAS JABAR
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Barat.

Lihat Daftar Rekening →