WhatsApp Icon
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok dari Zakat Pengguna BRImo untuk Masyarakat Desa Ciririp Purwakarta

Purwakarta – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat hingga ke wilayah pelosok melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok yang bersumber dari zakat para pengguna aplikasi BRImo. Program tersebut dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, sebagai bagian dari ikhtiar memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran.

Kegiatan penyaluran dipimpin langsung oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., serta dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Hj. Rika Ristiawati, M.E., Pemerintah Desa Ciririp, tokoh masyarakat, relawan, dan warga penerima manfaat. Melalui sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Purwakarta, proses distribusi bantuan berjalan tertib dengan tetap mengedepankan prinsip pemerataan dan ketepatan sasaran.

Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan dana zakat yang ditunaikan masyarakat melalui kanal digital BRImo. Kehadiran program ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera di wilayah pedesaan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Selain menghadirkan manfaat secara langsung, program ini juga menjadi bukti bahwa kemudahan berzakat melalui layanan digital dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Dalam sambutannya, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa setiap amanah zakat yang dititipkan oleh para muzaki harus dikelola secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam memastikan bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat, termasuk melalui aplikasi BRImo, benar-benar hadir di tengah mereka yang membutuhkan. Kami ingin manfaat zakat tidak hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di pelosok desa sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan umat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciririp, H. Mahdum, menyampaikan apresiasi atas kehadiran BAZNAS Jawa Barat yang telah memilih Desa Ciririp sebagai lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Purwakarta, dan seluruh muzaki yang telah berbagi melalui program ini. Bantuan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan semangat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap warga di daerah kami," tuturnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh salah seorang penerima manfaat, Mak Nunung, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Desa Ciririp. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur menerima bantuan ini. Daging seperti ini tidak setiap hari bisa kami nikmati. Terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan para donatur yang telah berbagi rezeki kepada kami. Semoga Allah membalas semua kebaikannya dengan keberkahan yang berlipat," ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendistribusian zakat yang amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Dengan dukungan masyarakat yang menunaikan zakat melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi BRImo, diharapkan semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh mustahik di berbagai pelosok Jawa Barat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan umat.

03/08/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jawa Barat Salurkan Amanah Zakat Pengguna BRImo, Hadirkan Kebahagiaan bagi 80 Mustahik melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok di Karawang

Karawang – Komitmen menghadirkan manfaat zakat hingga ke pelosok daerah terus diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok. Pada Kamis, 23 Juli 2026, BAZNAS Jawa Barat menyalurkan amanah zakat dari para pengguna aplikasi BRImo kepada masyarakat di Dusun Gambarsari RT 08/RW 03, Desa Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Program ini menjadi salah satu bentuk optimalisasi pengelolaan zakat digital yang mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah dengan akses terhadap pangan bergizi yang masih terbatas.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa tiga ekor domba yang disembelih sesuai syariat Islam. Daging kurban tersebut kemudian dipotong, ditimbang, dikemas, dan didistribusikan kepada 80 mustahik yang telah didata dan diverifikasi bersama Pemerintah Desa Kalangsurya. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak sehingga penyaluran zakat berlangsung secara tepat sasaran, amanah, dan memberikan manfaat yang optimal.

Kegiatan penyaluran dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, tim pendistribusian BAZNAS Provinsi Jawa Barat, perangkat Desa Kalangsurya, tokoh masyarakat, relawan, serta para penerima manfaat. Sebelum proses distribusi dilakukan, BAZNAS berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas penyaluran dana zakat kepada para mustahik.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa Program Berbagi Daging Hingga Pelosok merupakan wujud nyata bagaimana zakat yang ditunaikan secara digital mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kemudahan layanan pembayaran zakat melalui aplikasi BRImo menjadi salah satu ikhtiar untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam berbagi sekaligus memperkuat pemerataan manfaat zakat hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengguna aplikasi BRImo yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. Amanah yang dititipkan hari ini telah menghadirkan kebahagiaan bagi 80 mustahik di Desa Kalangsurya. Ini menjadi bukti bahwa zakat yang dibayarkan melalui layanan digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi muzaki, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga sinergi ini terus berkembang sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang merasakan keberkahan zakat," ujar Ijang Faisal.

Rasa syukur juga disampaikan oleh salah seorang penerima manfaat, Ibu Nurhayati, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Berbagi Daging Hingga Pelosok. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan karena masih banyak pihak yang peduli terhadap masyarakat di wilayah pelosok. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat serta para muzaki yang telah berbagi rezeki melalui program ini. Bantuan daging ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur dengan keberkahan dan rezeki yang berlipat," tuturnya.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian daging, berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat dukungan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para relawan yang terlibat. Kehadiran mereka memastikan setiap paket daging diterima secara merata oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat. Suasana kebersamaan dan gotong royong yang tercipta menjadi cerminan semangat zakat sebagai instrumen penguat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Melalui Program Berbagi Daging Hingga Pelosok, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. Sinergi layanan pembayaran zakat melalui aplikasi BRImo diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak mustahik di berbagai pelosok Jawa Barat serta menghadirkan dampak sosial yang semakin luas bagi kesejahteraan umat.

25/07/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
Gubernur Jawa Barat Bersama BAZNAS Jabar Salurkan Santunan Rp300 Juta untuk Keluarga Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Indramayu

Indramayu – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Indramayu. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi didampingi Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zaki Hilmi, M.H., menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia di Kampung Jemeti Desa Cempeh Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. 

Musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa waktu sebelumnya di wilayah Kabupaten Indramayu mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebagai bentuk kehadiran pemerintah dan BAZNAS di tengah masyarakat, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyalurkan santunan sebesar Rp300.000.000 kepada 12 keluarga korban meninggal dunia, dengan masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp25.000.000. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjadi bentuk perhatian dan empati kepada para ahli waris.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan sekadar nilai materi, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat terhadap sesama. Ia menjelaskan bahwa santunan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Provinsi Jawa Barat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Bantuan ini merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah para ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikelola oleh BAZNAS Jawa Barat. Mudah-mudahan kehadiran kami hari ini dapat memberikan sedikit penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Kita tentu tidak dapat menggantikan kehilangan yang dirasakan, tetapi semoga kepedulian ini menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Barat hadir dan saling menguatkan ketika saudara-saudaranya tertimpa musibah," ujar Dedi Mulyadi.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa penyaluran santunan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat secara cepat, tepat sasaran, dan responsif terhadap berbagai kondisi kedaruratan maupun musibah yang menimpa masyarakat. Menurutnya, dana zakat yang dititipkan para muzaki tidak hanya disalurkan untuk program pemberdayaan, tetapi juga menjadi instrumen kepedulian sosial ketika masyarakat menghadapi bencana dan kehilangan.

"BAZNAS Jawa Barat berkomitmen agar setiap amanah zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan oleh para muzaki dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang benar-benar memberikan manfaat. Santunan ini merupakan bentuk empati sekaligus ikhtiar untuk meringankan beban keluarga korban. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS. Semoga setiap kebaikan tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya," tutur Zaki Hilmi.

Rasa haru dan syukur turut disampaikan oleh Tarkadi salah seorang perwakilan keluarga korban yang menerima santunan. Menurutnya, perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BAZNAS menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa sulit setelah kehilangan anggota keluarga tercinta.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, BAZNAS Jawa Barat, serta seluruh ASN yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami, bukan hanya karena nilainya, tetapi juga karena kami merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu yang telah peduli kepada kami," ungkap Tarkadi dengan penuh haru.

Melalui penyaluran santunan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para ASN sebagai muzaki, dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen solidaritas sosial yang mampu menghadirkan harapan di tengah musibah. BAZNAS Jawa Barat berharap semangat gotong royong dan kepedulian ini terus tumbuh sehingga manfaat zakat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Jawa Barat.

14/07/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Luncurkan Program Jejak Baru, Layanan Hapus Tato Gratis untuk Buka Peluang Hidup dan Kerja yang Lebih Baik

Kab. Bandung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan inovasi program pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program "Jejak Baru", sebuah layanan hapus tato gratis bagi masyarakat yang ingin memulai lembaran kehidupan baru. Program yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Barat dengan Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur di Kabupaten Bandung. Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tidak hanya menyentuh aspek sosial dan spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para penerima manfaat.

Program "Jejak Baru" lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat yang mengalami hambatan dalam memperoleh pekerjaan maupun membangun kembali kepercayaan diri akibat keberadaan tato di tubuh mereka. Melalui layanan ini, BAZNAS Jawa Barat ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat yang memiliki tekad untuk berhijrah dan memperbaiki kualitas hidupnya. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, menunjukkan bahwa program tersebut menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menjelaskan bahwa Program "Jejak Baru" bukan sekadar layanan kesehatan estetika, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendampingan yang utuh bagi masyarakat agar mampu kembali berdaya. Menurutnya, zakat memiliki fungsi yang luas dalam mendorong transformasi kehidupan mustahik, termasuk membantu mereka memperoleh kesempatan kerja dan kehidupan yang lebih baik.

"Program Jejak Baru merupakan jembatan bagi saudara-saudara kita yang ingin membuka lembaran kehidupan baru. Kami ingin menghadirkan layanan yang bukan hanya menghapus tato secara fisik, tetapi juga mengembalikan harapan, membangun kepercayaan diri, dan membuka akses terhadap peluang kerja yang selama ini mungkin tertutup. Inilah salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan perubahan kehidupan masyarakat," ujar Zaki Hilmi.

Salah seorang peserta, Devi, warga Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia menceritakan bahwa selama bertahun-tahun tato yang dimilikinya menjadi salah satu faktor yang menghambat dirinya memperoleh pekerjaan. Kesempatan mengikuti Program "Jejak Baru" memberikan harapan baru untuk menata kembali masa depan yang lebih baik.

"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat dan semua pihak yang telah menyelenggarakan program ini. Selama ini saya sering merasa minder ketika melamar pekerjaan karena tato yang saya miliki. Alhamdulillah, sekarang saya punya semangat baru untuk mencoba kembali mencari pekerjaan dengan lebih percaya diri. Semoga semakin banyak orang yang bisa merasakan manfaat dari program seperti ini," ungkap Devi.

Dalam pelaksanaannya, proses penghapusan tato dilakukan menggunakan teknologi laser medis yang ditangani oleh tenaga kesehatan profesional sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien. Seluruh tahapan tindakan diawali dengan proses konsultasi, pemeriksaan kondisi kulit, hingga pendampingan pascatindakan guna memastikan setiap peserta memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur medis.

Melalui kolaborasi bersama Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur, BAZNAS Provinsi Jawa Barat berharap Program "Jejak Baru" dapat menjadi salah satu model pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membantu seseorang meninggalkan masa lalunya, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan kesempatan baru dalam memperoleh pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat semangat untuk menjadi pribadi yang lebih produktif. Ke depan, BAZNAS Jawa Barat akan terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai wujud komitmen menghadirkan zakat yang memberikan manfaat luas, berkelanjutan, dan berdampak bagi kemaslahatan umat.

02/07/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar Hadirkan Khitan Ceria, Wujud Kolaborasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Anak Indonesia

BANDUNG – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat kembali diwujudkan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui penyelenggaraan Khitan Ceria dengan mengusung tema "Karena Setiap Anak adalah Istimewa, dan Setiap Anak Berhak Merasakan Kebahagiaan" pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Khitan Dokter Seno, Kota Bandung ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Jawa Barat bersama Klinik Khitan Dokter Seno, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Bank BJB, serta didukung oleh berbagai sponsor, mitra kemanusiaan, dan para muzaki sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di Jawa Barat.

Program khitan massal ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sebagai bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam bidang kesehatan. Selain mendapatkan layanan khitan yang aman dan profesional, seluruh peserta juga menerima paket santunan, perlengkapan pendukung, serta bingkisan sebagai bentuk perhatian dan kebahagiaan bagi anak-anak yang mengikuti prosesi khitan. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jawa Barat berharap momentum khitan menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat, H. Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si. mewakili Gubernur Jawa Barat, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Jajang Apipudin, M.Ag., Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Drs. H. Jamjam Erawan, M.AP., Ketua BAZNAS Kota Bandung, Drs. H. Momon Ahmad Imron, serta Direktur Klinik Pratama Seno Medika, Hj. Isti Seni Utami, S.E., M.Si. Turut hadir pula para sponsor dan mitra kolaborasi yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini, yaitu Yayasan Itqan Peduli, Syaamil Adicita Andalan, Relawan Nusantara, PT Gineka Karya Teknologi, Bank BJB, PT Ethica Megah Madani, PT Thobach Indonesia, Majelis Taklim Perempuan IPHI Jawa Barat, Max Kreasi Indonesia, Yayasan Insani Harapan Utama, Ina Cookies, serta AMDK TGM.

Dalam sambutannya, H. Andrie Kustria Wardana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membangun sinergi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga sosial, dan para donatur merupakan contoh nyata semangat gotong royong yang harus terus diperkuat. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi ikhtiar BAZNAS Jawa Barat bersama seluruh mitra yang telah menghadirkan program khitan massal ini. Program seperti ini bukan hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak. Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Jawa Barat," ujarnya.

Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pengumpulan, Dr. H. Ijang Faisal, mengatakan bahwa program Khitan Ceria merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan para muzaki menjadi kekuatan utama bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan layanan sosial yang berkualitas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. "Khitan Ceria bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga wujud hadirnya zakat dalam memberikan kebahagiaan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh muzaki, sponsor, serta para mitra yang telah bergandengan tangan bersama BAZNAS Jawa Barat. Semoga setiap kontribusi yang diberikan menjadi amal saleh yang terus mengalir manfaatnya dan semakin memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat," ungkapnya.

Selaku tuan rumah kegiatan, Hj. Isti Seni Utami, Direktur Klinik Pratama Seno Medika, menyampaikan kebanggaannya dapat kembali berkolaborasi bersama BAZNAS Jawa Barat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, seluruh tenaga medis berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, nyaman, dan ramah anak sehingga proses khitan dapat berlangsung dengan aman dan menyenangkan. "Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Harapan kami, anak-anak yang mengikuti khitan hari ini memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi awal tumbuhnya generasi yang sehat, percaya diri, dan bahagia," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua peserta khitan, Eti Nurhayati, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya program tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan layanan khitan dengan fasilitas yang baik tanpa harus terbebani biaya. "Alhamdulillah saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat, Klinik Dokter Seno, para sponsor, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pelayanannya sangat baik, anak saya merasa nyaman selama proses khitan, dan kami juga mendapatkan perhatian yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya," tuturnya.

Melalui Khitan Ceria, BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program-program pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, lembaga sosial, tenaga kesehatan, para sponsor, serta para muzaki menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan di Jawa Barat.

30/06/2026 | Kontributor: HUMAS BAZNAS Jabar

Berita Terbaru

Ambulance BAZNAS Jabar Antar Harapan Naomi ke Rumah Sakit
Ambulance BAZNAS Jabar Antar Harapan Naomi ke Rumah Sakit
Pagi Rabu, 2 Juli 2025, suasana di Komplek GBA 2, Balong, Kabupaten Bandung, tampak tenang. Di salah satu rumah, seorang ayah, Pak Agi, tengah bersiap mengantar putrinya yang harus kembali menjalani pemeriksaan ke rumah sakit. Putrinya, Naomi Basalia, mengalami patah tulang kaki dan sedang menjalani masa pemulihan. Karena kondisinya masih harus berbaring, perjalanan dari rumah ke RS Halmahera tidak memungkinkan dilakukan dengan kendaraan biasa. Dengan penuh kepedulian, Pak Agi menghubungi tim Ambulans BAZNAS Jabar. Ia hanya ingin memastikan anaknya sampai dengan aman dan nyaman. Tepat pukul 08.30 WIB, tim ambulans tiba di rumah untuk melakukan penjemputan. "Alhamdulillah, sekarang Naomi bisa dibawa kontrol dengan tenang," ujar Pak Agi singkat, namun penuh lega. Naomi pun dibantu oleh tim ambulans, didampingi dua anggota keluarga lainnya. Selama perjalanan, ia dirawat dengan penuh perhatian, tanpa biaya, dan tanpa kerumitan administratif. Layanan ambulans BAZNAS Jabar bukan sekadar pengantaran medis. Ini adalah bagian dari amanah zakat yang Anda titipkan: mengantarkan harapan, menjembatani kebutuhan, dan meringankan langkah mereka yang sedang berjuang. Terima kasih para muzakki. Zakat Anda telah menjadi kendaraan harapan yang nyata bagi Naomi dan ribuan mustahik lainnya di Jawa Barat.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Jabar
Sedekah Daging BAZNAS Jabar: Amanah Donatur Tersalurkan ke Wilayah Rentan Gizi
Sedekah Daging BAZNAS Jabar: Amanah Donatur Tersalurkan ke Wilayah Rentan Gizi
Bandung, 10 Juni 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menyalurkan amanah kebaikan dari para donatur melalui program Sedekah Daging, menjangkau masyarakat prasejahtera di wilayah Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang. Sebanyak 364 paket Sedekah Daging dibagikan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, dengan fokus utama kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu rumah tangga dengan keterbatasan ekonomi, dan anak-anak dalam keluarga prasejahtera. Distribusi Tepat Sasaran: Menyapa yang Terpinggirkan Distribusi dilakukan di lebih dari 70 titik yang tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Wilayah-wilayah tersebut dipilih berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan dan data lapangan yang menunjukkan keterbatasan akses terhadap daging dan gizi layak. Beberapa desa prioritas seperti Sindanggalih (Kabupaten Sumedang), Sangkanhurip (Kabupaten Bandung), Cimenyan (Kabupaten Bandung), serta Mandalasari dan Cipatat (Kabupaten Bandung Barat) menjadi sasaran utama karena jarangnya bantuan protein hewani menjangkau wilayah tersebut. Sementara di Kota Bandung, wilayah seperti Sukagalih, Sukabungah, Situsaeur, dan Mengger dipilih karena tingkat padat penduduk dan banyaknya keluarga dengan penghasilan rendah. Kepercayaan yang Dijaga, Amanah yang Dijalankan Seluruh proses penyaluran dilakukan secara transparan dan terverifikasi. Setiap penerima manfaat telah melalui proses pendataan oleh relawan dan tim lapangan BAZNAS Jabar, bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan aparatur wilayah. Distribusi dilakukan langsung ke rumah-rumah warga maupun secara kolektif di titik distribusi yang ditentukan. Penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan haru atas perhatian yang mereka terima. Seorang ibu rumah tangga di wilayah Cimanggung menyampaikan: "Sudah lama kami tidak makan daging. Hari ini, bukan hanya makanan, tapi juga semangat yang kami rasakan. Terima kasih kepada para donatur dan BAZNAS Jabar." Dampak Nyata, Bukan Sekadar Bantuan Sementara Program Sedekah Daging bukan hanya tentang berbagi pangan, tetapi tentang memperkuat solidaritas sosial dan memenuhi kebutuhan dasar yang sering terlupakan. Di tengah keterbatasan ekonomi dan tantangan akses pangan, daging menjadi barang mewah bagi sebagian keluarga. Kehadiran program ini menjadi simbol kehadiran dan kepedulian umat. BAZNAS Jabar terus berkomitmen menjaga kepercayaan para donatur dan menyalurkan setiap titipan kebaikan secara amanah, transparan, dan berdampak. Semoga ikhtiar ini menjadi jembatan keberkahan bagi yang memberi dan yang menerima.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Jabar
Dekatkan Layanan Zakat ke Rakyat, BAZNAS Jabar Hadirkan Servis Motor Gratis hingga Charity Store di Karawang
Dekatkan Layanan Zakat ke Rakyat, BAZNAS Jabar Hadirkan Servis Motor Gratis hingga Charity Store di Karawang
Karawang, 13 Juni 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan publik berbasis kemanusiaan kepada masyarakat melalui partisipasinya dalam acara Abdi Nagri Nganjang ka Warga edisi Kabupaten Karawang. Kegiatan yang menjadi bagian dari program rutin Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini disambut antusias oleh warga Karawang. Dalam acara yang digelar di Lapangan Sepak Bola Persiko, BAZNAS Jabar membuka berbagai layanan publik secara gratis yang menyasar langsung kebutuhan warga. Tercatat, sebanyak 50 penerima manfaat telah mendapatkan layanan pemberian oli gratis, sebuah layanan yang menyasar para pekerja informal seperti pengemudi ojek, pedagang keliling, dan buruh harian. Layanan service gratis motor ini dikerjakan oleh binaan BAZNAS yang tergabung dalam program Z-Auto. Sementara itu, 63 penerima manfaat lainnya mendapat layanan cukur rambut gratis Selain itu, BAZNAS Jabar juga menghadirkan Charity Store, tempat masyarakat bisa menyalurkan barang-barang layak pakai yang masih bernilai guna. Barang-barang tersebut akan dijual kembali, dan hasil penjualannya akan digunakan untuk program-program kemanusiaan. Ini menjadi salah satu cara inovatif dalam memperluas partisipasi publik dalam berinfak. Tak hanya itu, BAZNAS Jabar turut memfasilitasi promosi produk-produk binaan mustahik sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi. Pengunjung acara dapat melihat dan membeli berbagai produk unggulan hasil usaha para penerima manfaat zakat, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk fashion rumahan. "Kehadiran BAZNAS di Karawang bukan hanya sekadar layanan, tapi bagian dari misi besar untuk membumikan zakat sebagai solusi nyata dalam mengangkat derajat masyarakat," ujar Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd. Melalui acara ini, BAZNAS Jabar tidak hanya menghadirkan layanan langsung, tapi juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan kebaikan. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat berdonasi melalui BAZNAS Jabar ataupun menyumbangkan barang layak pakai ke BAZNAS Charity Store
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Jabar
BAZNAS Jabar dan Yayasan SAPA Bantu 40 Mustahik menjadi Pengusaha
BAZNAS Jabar dan Yayasan SAPA Bantu 40 Mustahik menjadi Pengusaha
Bandung, 12 Juni 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat terus memperkuat peranannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan modal usaha serta melaksanakan kegiatan pembinaan kepada 40 penerima manfaat melalui program “Mustahik to Pengusaha”. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Jabar dan Yayasan SAPA, JARI (Jaringan Relawan Independent), Forum Pengada Layanan (FPL) Wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Digital Mama. Program “Mustahik to Pengusaha” dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi para mustahik, dengan pendekatan pelatihan, pendampingan, dan pemberian bantuan modal usaha. Sebagai bagian dari program yayasan SAPA yang menargetkan pemberdayaan 1.500 UMKM di 20 kabupaten/kota di Jawa Barat, hingga Mei 2025 BAZNAS Jabar dan Yayasan SAPA sudah menjangkau 733 orang yang tersebar di 10 wilayah. Ibu Sri Mulyani, Ketua dari Yayasan SAPA, menyampaikan bahwa mayoritas peserta program merupakan perempuan dari kelompok rentan. “Program ini menyasar sekitar 70 persen perempuan, termasuk di dalamnya perempuan penyandang disabilitas, orang tua tunggal, pekerja migran, hingga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tujuannya adalah agar mereka dapat mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usahanya sendiri,” ujar Sri Mulyani. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Jabar atas kerja sama ini, dan berharap agar program tersebut dapat direplikasi serta diperluas cakupannya ke lebih banyak wilayah di Jawa Barat. Senada dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bandung, Ahmad Roziqin, menyatakan bahwa pihaknya juga memiliki program khusus pemberdayaan bagi perempuan “BAZNAS Kota Bandung berkomitmen untuk terus membantu kaum perempuan mustahik Kota Bandung agar dapat berdiri secara mandiri. BAZNAS Kota Bandung juga memiliki Program PEKA (Penguatan Ekonomi Keluarga dan Anak)” ucap Ahmad Roziqin Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Achmad Faisal, menekankan pentingnya peran zakat dalam membebaskan masyarakat dari jerat kemiskinan dan ketergantungan ekonomi. “BAZNAS Jabar hadir sebagai pengelola dana zakat yang wajib membantu mereka yang membutuhkan. Program 'Mustahik to Pengusaha' ini sangat penting agar para bapak dan ibu yang hadir di sini bisa keluar dari kondisi ekonomi saat ini. Dengan dukungan modal usaha dan pendampingan yang berkelanjutan dari BAZNAS Jabar, kami berharap bisnis para mustahik bisa berkembang dengan lancar,” ungkap Achmad Faisal. Ia juga menambahkan pesan moral kepada para peserta, “Tolong amanah dari para muzaki ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bagikan pengalaman berharga ini agar bisa menjadi inspirasi bagi mustahik lainnya yang mungkin saat ini ibu bapak yang mendapatkan bantuan namun siapa tau beberapa bulan kemudian ibu bapak yang membantu orang lain” Dalam kesempatan tersebut, Komisioner Komnas Perempuan Jawa Barat, Daden Sukendar, M.Pd turut memberikan materi berupa paparan dan diskusi mengenai optimalisasi dana zakat untuk penanganan dan pemberdayaan perempuan korban kekerasan. Ia menekankan bahwa zakat tidak hanya memiliki fungsi karitatif, tetapi juga strategis dalam memutus siklus kekerasan berbasis gender, dengan mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi para penyintas agar dapat hidup mandiri, bermartabat, dan berdaya di tengah masyarakat. BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyadari Perempuan memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga, terutama para perempuan yang juga berperan sebagai kepala keluarga. oleh karena itu mereka harus mendapatkan dukungan yang maksimal, baik dari sisi pelatihan maupun permodalan Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya lebih optimal, meningkatkan pendapatan keluarga, serta turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Program ini juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam sektor UMKM dan mendorong terciptanya ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat.
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Jabar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Jawa Barat.

Lihat Daftar Rekening →